NASIONAL

Penangkapan Menteri Kelautan Edhy Prabowo oleh KPK, ini Kata Gubernur Sumsel

AsSAJIDIN.COM — Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia (RI), Edhy Prabowo yang merupakan asli wong Sumsel, membuat prihatin rakyat Sumsel, tak terkecuali Gubernur Sumsel H Herman Deru. Namun demikian, ditegaskan, hal itu tidak akan mempengaruhi aktivitas pasar ikan modern di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang awal November lalu diresmikan Pak Menteri.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat diwawancarai, Rabu (25/11/2020).

Deru mengatakan, dirinya tidak menyangka adanya penangkapan Menteri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Internasional Soekarno Hatta. “Ya saya tidak menyangka ada menteri yang ditangkap, Kalau memang terjadi saya ikut prihatin,” katanya

Lanjutnya, namun dirinya belum mengetahui siapa yang ditangkap oleh KPK tersebut. “Kalau yang saya tonton tadi belum ada sebut nama siapa Menteri yang tertangkap,” ujar Deru

Lihat Juga :  Digembleng dengan Ilmu Agama, Gubernur Sumsel Yakin Warga Binaan Pemasyarakatan Bisa Jadi Da'i

Deru mengungkapkan, jika memang benar Menteri yang ditangkap KPK tersebut adalah Menteri KP RI, Edhy Prabowo maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi aktivitas PIM di Provinsi Sumsel. “Tidak akan berpengaruh ke PIM di Provinsi Sumsel. Pasar ikan kan sudah diresmikan dan pengelolaannya sudah diambil alih pemkot,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Pasar Ikan Modern (PIM) diresmikan oleh Edhy Prabowo ditandai dengan penandatangan prasasti di hadapan Gubernur Sumsel, Herman Deru, Jumat (6/11/2020) lalu.

Seperti diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020) dini hari. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penangkapan Edhy terkait kasus dugaan korupsi mengenai proses penetapan calon eksportir benih lobster.

Lihat Juga :  Safari Jumat dan Menyambung Silaturahmi

“Kasus ini diduga terkait dengan proses penetapan calon eksportir benih lobster,” kata Ali, Rabu siang. Ali mengatakan, total ada 17 orang yang ditangkap KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan di Depok, Jakarta, dan Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 17 orang itu terdiri dari Edhy, istri Edhy, pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah pihak swasta. “Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1×24 jam,” ujar Ali.(*/sumber: assajidingroup/MN/kompas.com)

 

 

Tags
Close
Close