MOZAIK ISLAM

Pelebur Dosa

AsSAJIDIN.COM — Suatu hari seorang pemuda menemui Rasulullah SAW dengan wajah gusar, nampak gelisah dan begitu khawatir. Perlahan pemuda tersebut menghampiri Rasulullah SAW dan bertanya:

“Wahai Rasulullah, betulkah segala perbuatan kita, baik maupun buruk, akan dibalas?”. Wajah pemuda tersebut sungguh risau.

Rasulullah dengan akhlak yang selalu saja terpancar dari wajahnya, tersenyum teduh & menjawab: “Tentu saja, janji Allah itu pasti. Tiada yang lebih pasti dari janjiNya.
Seperti yang terang dalam firmannya sebagaimana

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
fa may ya’mal misqoola zarrotin khoiroy yaroh wa may ya’mal misqoola zarroting syarroy yaroh

Lihat Juga :  Tempaan Ramadhan Harus Berdampak di Sebelas Bulan Setelahnya

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 7-8)

Melihat wajah pemuda yang semakin gusar, Rasulullah pun bertanya: “Wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau? Dan mengapa kamu bertanya demikian?”

Pemuda itu pun menjawab dengan suara pelan: “Wahai Rasulullah.. aku merisaukan perbuatan dosaku yang aku pun tak sanggup menghitungnya. Sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa. Aku khawatir akan balasannya di dunia maupun di akhirat kelak”.

Rasulullah kembali menatap pemuda tersebut dengan pandangan yang teduh dan senyum yang menentramkan hati, kemudian balik bertanya: “Wahai pemuda, kamu pernah sakit? Pernah dikhianati? Pernah tak enak hati? Pernah gundah tanpa sebab yang pasti? Pernah mendapat masalah yang besar?”.

Lihat Juga :  Misi Kemanusiaan, ACT Luncurkan Gerakan Bangkit Bangsaku di Sumsel

Mendengar rangkaian pertanyaan itu, pemuda tersebut mengangguk, “Tentu saja pernah Ya Rasulullah..”

Rasulullah semakin melembutkan suaranya: “Sesungguhnya sakitmu, perasaan tak enak hatimu, kegundahan tanpa sebabmu, juga masalah-masalah besarmu itu Allah hadirkan ke dalam kehidupanmu untuk menggugurkan setiap dosa yang kau khawatirkan itu”.

Mendengarnya, pemuda tersebut berurai air mata penuh syukur. Bersyukur sangat dalam karena baru menyadari bahwa segala hal yang dianggapnya musibah dalam hidup, ternyata adalah karunia, yang dihadirkan untuk menggugurkan dosa. (*/sumber: FB Sajak Islam/fitria) syarifudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button