HAJI & UMROH

Pandemi, Biaya Umroh Melonjak Setara Hampir Biaya Haji, ini Komponennya

 

AsSAJIDIN.COM — Jemaah di Terminal 3 Internasional Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta mengeluhkan mahalnya biaya umroh tahun ini. Sebab, harga ke Tanah Suci dimasa Pandeni Covid-19 ini mencapai Rp31 juta. Bahkan dalam sepekan terakhir, biayanya bakal naik mencapai Rp 35 juta

“Sudah mendadak, harganyapun melonjak tajam. Sekarang Rp31 juta, padahal sebelumnya hanya Rp27 juta. Otomatis harus nambah lagi,” keluh Sarbini, salah satu jamaah asal Bekasi dikutip dari RRI.

Dikonfirmasikan kepada Kabid Humas Pengusaha Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Zacky Zakari mengatakan, selain membatasi jamaah umrah yang datang, pemerintah Arab Saudi juga menaikkan pajak sekitar 30 persen. Akibatnya ongkos untuk ibadah umrah dari Indonesia juga melonjak menjadi sekitar Rp31 juta.

Lihat Juga :  Subhanallah, Seorang Bayi Lahir Selamat Saat Ibunya Tunaikan Ibadah Haji, Diberi Nama Madina

“Jamaah yang telah mendaftar sebelumnya harus menyesuaikan karena tes PCR mahal,” ujarnya dilokasi yang sama.

Diakui Zacky, kenaikan ongkos ibadah umroh dan batasan umur yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi membuat jamaah umroh tahun ini turun jumlahnya.

Melonjaknya biaya antara lain karena adanya tambahan biaya seperti screening kesehatan, tambahan biaya isolasi, biaya penginapan selama di Arab Saudi dan saat pulang karena jemaah harus diisolasi dulu sebelum pulang ke daerah masing-masing.

Para Jemaah umroh yang tiba dari Tanah Suci harus bersabar sebelum pulang ke rumah masing-masing. Sebab para jemaah umroh yang tiba di Indonesia itu harus menjalani pemeriksaan sebagai langkah screening Covid-19.

Para Jemaah umroh akan melakukan karantina di Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur. Hal ini penting dilakukan demi memastikan kesehatan dan bersih dari virus corona pasca umroh.

Lihat Juga :  Gagal Berangkat Umroh: Sabar, Semua Ketentuan Allah

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan karantina tersebut dilakukan demi pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia setelah bepergian dari luar negeri.

“ Apabila tes menunjukkan hasil tes yang positif (Covid-19), maka jemaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk memeroleh penanganan lebih lanjut,” jelas Prof Wiku Adisasmito saat keterangan pers yang disiarkan dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (10/11/2020).

“ Bagi jemaah umroh dengan hasil tesnya yang negatif (Covid-19), maka wajib menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang ditentukan pemerintah,” tambah dia.(*/sumber: rri/dream.co)

 

Tags
Close