Uncategorized

Palembang Bakal Punya Underpass Kedua, Kini Mulai Dikerjakan

ASSAJIDIN.COM –Untuk mengatasi kemacetan di Simpang RS Charitas, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) mulai melakukan pembangunan underpass. Berdasarkan pantauan langsung, Kamis (18/2/2021) sejak beberapa hari terakhir sudah ada petugas yang melakukan pengecekan tanah.

Alat berat sudah diturunkan di bagian tengah persimpangan lampu merah Charitas dan juga di ruas jalan depan pintu masuk RS Charitas. Salah seorang petugas di lapangan menyatakan proses yang sedang dilakukan saat ini sedang melakukan pengecakan tanah.

Underpass ini akan menjadi jalan bawah tanah kedua yang dimiliki Kota Palembang setelah yang pertama di kawasan Simpang R Sukamto Palembang.

Kepala Bappeda dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi melalui Kasubid Bina Marga PSDA Bappeda Kota Palembang, Puput mengatakan, saat ini selain masih diproses oleh KJPP, untuk rencana pembangunan Underpass Charitas masih dalam persiapan Detail Engineering Desain (DED) dan LARP.

Lihat Juga :  Pemkot Ajak OPD Perbaiki Kearsipan Kota Palembang

“Untuk Simpang Charitas tidak ada relokasi. Namun demikian dilakukan perhitungan aset untuk lahan dan bangunan, tanaman tumbuhan milik warga yang terdampak,” katanya.

Hasil observasi awal terhadap warga terdampak di lokasi rencana pembangunan dekat Simpang Charitas, mencangkup Kelurahan Sei Pangeran dan Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur 1.

Mulai dari STA 0 sampai dengan STA 650, diperoleh gambaran, dengan jumlah lahan terdampak seluas 1.436 M2, pagar yang terbongkar 360 M2, jumlah pohon 53 batang. Sedangkan untuk sarana dan prasarana sebanyak 81 unit berupa rambu-rambu, tiang listrik, yang telepon dan baliho.

Di Kelurahan 20 Ilir jumlah bangunan terdampak 42 unit dengan luas lahan 631 meter persegi, pagar 292 meter persegi, Taman 730 meter persegi, tanaman 66 pohon dan sarpras 171 unit sesuai dengan desain Underpass Simpang Charitas.

Lihat Juga :  Waspada DBD, 4 Kecamatan di Palembang ini Paling Banyak Terjangkit

“Untuk kebutuhan lahan yang harus dibebaskan secara riel masih menunggu final DED yang masih dalam proses,” katanya. (*/Sumber: asaajidingroup/pitria)

Tags
Close
Close