ALFURQON SCHOOLMOZAIK ISLAM

Paksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam

Ummat Islam harus dapat memaksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam

Assajidin.com, PALEMBANG – Banyak diantara kita merasa berat dalam menjalankan syariat Islam. Bahkan ada yang menjakankan hanya karena ada keuntungannya pribadi saja. Bukqn karena Allah.

Hal ini disampaikan oleh Ustads H. Khairil Abdillah pada khutbah Salat Idul Fitri Senin ( 1 Syawal 1443 H) 2 Mei 2022, pada Salat Ied di Masjid Al Furqon Palembang.

Hadir dalam kesempatan ini, Pimpinan Yayasan AlFurqon Palembang, H. Djuliar Rasyid, Direktur SIT AlFurqon, H.Emil Rismali, Pimpinan Kopi Radix Palembang, H. Nuraga Isman, SeJumlah Pimpinan Group Alfurqon lainnya, Hj. Desmawati Djuliar, H.Chandra Ibrahim, H.Haris Nurimansyah, H.Endry Elfran Syahrul.

Lihat Juga :  Arab Saudi Larang Foto dan Selfie di Masjidil Haram dan Nabawi, Ini Alasannya

Lebih lanjut Ustad Khairil mengemukakan, bahwa syariat bagi ummat harus menjalankan dengan sempurna.

Baik mengerjakan perintah, menghindari larangan Allah dan meneladani Nabiullah, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihibWassallam. “Jangan sampai mengerjakan syariat hanya setengah-setengah saja. Tetapi harus keseluruhan,” ujarnya.

Sudah ada Muhammad sebagai Rasul tauladan bagi ummat, maka teladanilah yang dilakukan oleh Rasul kita ini, karena inilah jalan kemenangan menuju keridhoan Allah untuk bisa memperoleh surga sebagaimana janji Allah yang pasti.

Bulan Ramadhan, ujar ustads Khairil, haruslah menjadi madrasah, sebagai pembelajaran bagi umat Islam. Semua ibadah yang begitu kuat dan tekun dilakukan oleh kita, haruslah terus menerus dilakukan pada bulan dan hari-hari selanjutnya dibulan lainnya.

Lihat Juga :  Akhlak Rasulullah ini Wajib Dicontoh Para Suami

Dengan tegas ustads Khairil menekannya, harus berusaha keras dapat mengerjakan ibadah dan perkara yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah.

Ia mengutip sabda Rasulullah, bagaimana perkara ibadah seperti shalat dan puasa serta kewajiban yang terkait dengan amal salih, maka ibaratkanlah itu sebagai pekerjaan yang terahir.

Bahwa diri ini akan menemukan ajal yang sebentar lagi akan datang. Tekan kan itu, agar ketekunan ibadah san perkara syariat, dapat dilakukan.

Semiga,, katanya, kita semua ummat Isam dapat menjakankan ini dengan usaha keras dan tegas. Jangan sampai lalai mebjakankan seluruh syariat Islam.(*)

Reporter: Bangun Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Also Read
Close
Back to top button