MOZAIK ISLAM

One Day One Ayat: Merasa Cukup dan Bersyukur Menurut Kemampuannya

AsSAJIDIN.COM — Suami yang baik pasti paham bahwa ia punya kewajiban untuk memberikan nafkah
terbaik untuk istri dan anaknya.
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233). Ayah= bapak si anak.
Lalu berapa besar nafkah yang menjadi kewajiban suami?
Disebutkan dalam ayat,  “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 7).
“Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula)” (QS. Al Baqarah: 236).
Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa yang jadi patokan dalam hal nafkah:
1⃣ Mencukupi istri dan anak dengan baik, ini berbeda tergantung keadaan, tempat dan zaman.
2⃣ Dilihat dari kemampuan suami, apakah ia termasuk orang yang dilapangkan dalam rizki ataukah tidak.
Termasuk dalam hal nafkah adalah untuk urusan pakaian dan tempat tinggal bagi istri. Patokannya adalah dua hal yang disebutkan di atas.
Dear ibu- ibu,para istri…
Yang membuat kita bahagia adalah HATI YANG MERASA CUKUP (qona’ah).Karena rezeki dari suami bukan hanya berupa MATERI yang bisa kita lihat/dirasakan,namun juga kasih sayang dan perhatiannya untuk kita&anak-anak dan kesungguhannya dalam bekerja,yang seringkali tak mampu kita rasakan karena “rasa tak bersyukur”.Bagaimana kita akan meminta nikmat yang lebih besar dari Allah jika nikmat yang sudah kita dapatkan saja tak bisa kita syukuri.
Kasihan suami jika istri menuntut lebih dr kemampuannya. Jangan melihat pada kehidupan mereka yg lebih di atas kita, mari melihat mereka yang berada di bawah kita,kita hrs bersyukur.
Semoga kita adalah golongan istri yg pandai bersyukur dan justru membantu suami untuk meraih Ridha Allah subhanahu wa ta’ala dalam bekerja(mencari nafkah).
Also Read
Close
Back to top button