NASIONAL

NU dan Muhammadiyah Imbau Dana Kurban Dialihkan untuk Terdampak Covid-19

AsSAJIDIN.COM — Hari Raya Idul Adha identik dengan memotong hewan qurban. Tetapi pada Idul Adha tahun 2021 ini kasus Covid-19 masih melonjak.¬†Bahkan Idul Adha 1442 dirayakan pada masa PPKM Darurat Jawa- Bali, sehingga salat Idul Adha pun ditiadakan di masjid dan lapangan.
Dalam kondisi PPKM Darurat Jawa Bali mobilitas masyarakat sangat dibatasi. Sehingga mencari nafkah pun banyak yang mengalami kesulitan.
Untuk membantu warga yang kesulitas, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan NU mengimbau umat muslim yang ingin berqurban mengalihkan dananya untuk membantu warga yang terdampak Covid.
Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyanh mengungkapkan, Muhammadiyah alihkan dana Qurban untuk warga terdampak Covid-19.
“Agama itu tidak hanya sekadar dilaksanakan secara harfiah. Ini Idul Qurban kita berqurban, tapi agama juga dilaksanakan dengan pikiran rasional dan juga kepekaan nurani,” terang Syamsul Anwar dikutip Seputartangsel.com dari Suara Aisyiyah.
Syamsul Anwar menjelaskan, Muhammadiyah menerapkan manhaj tarjih dengan bersumber pada Al Quran dan Sunnah melalui tiga pendekatan, yaitu burhani, bayani serta irfani sebagai metode penyelesaian masalah.
Oleh karena itu melalui melalui sumber dan pendekatan tersebut, Idul Qurban 2021 Muhammadiyah menganjurkan agar umat Islam mengalihkan dana untuk Qurban guna membantu warga tidak mampu yang terdampak Covid-19.
Tak beda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) juga sepakat untuk mengalihkan dana qurban bagi warga yang terdampak Covid-19.
Hal itu dituangkan melalui surat edaran PBNU Nomor 5 tahun 2021. Melalui edaran tersebut PBNU mengimbau para Nahdliyin mengalihkan dana yang akan dibelikan hewan qurban bagi warga terdampak Covid-19.
“PBNU mengimbau bagi yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan dibelikan hewan qurban untuk membantu masyarakat. Tetapi apabila memiliki kemampuan berdonasi dan berkorban, dipersilakan melaksanakan keduanya,” tulis edaran PBNU. (*)
Tags
Close
Close