PALEMBANG

New Normal di Palembang, Kegiatan Ibadah Tetap di Rumah, Masjid akan Dibuka Bertahap di Wilayah “Aman”

AsSAJIDIN.COM —┬áSeiring akan diberlakuannya New Normal di Kota Palembang, pemerintah belum akan memperbolehkan ibadah dan kegiatan keagamaan dilakukan di tempat ibadah. Terutama jika kurva kasus Covid-19 tidak menurun atau Palembang tetap berada di zona merah.

Sementara Kementerian Agama secara bertahap akan mulai memperbolehkan kegiatan keagamaan dilakukan di rumah-rumah ibadah. Dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran kasus Covid-19 disetiap wilayah.

Juru Bicara Walikota Palembang bidang Keagamaan yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, hal tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya, masih mempertimbangkan status Palembang yang masih zona merah.

Selain itu, saat ini Palembang juga masih fokus dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palembang yang saat ini angkanya terus merangkak naik.

Lihat Juga :  Miris Sekolah di Belakang Mal Besar di Palembang Tergenang Banjir Setinggi 1 Meter

“Memang ada kota-kota yang tidak terpapar virus, berbeda dengan Palembang karena masih rawan bila harus melakukan kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak,” katanya.

Kini pihaknya masih menunggu hasil keputusan dari Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk menyatakan apakah kondisi bisa dikatakan aman dan bisa melaksanakan kegiatan seperti instruksi Kementerian Keagamaan.

“Kalau dinyatakan aman baru kita laksanakan. Sementara waktu kita selesaikan PSBB sampai 2 Juni. Secara formal tertulis juga belum kami terima dari Kementerian Agama,” katanya.

Bila nantinya harus menjalankan instruksi Kemenag terkait pembukaan rumah ibadah, maka harus melihat pula sebaran kasus di masing-masing kecamatan. “Jika aman silakan. Tapi untuk pemetaan apakah wilayah aman atau tidak juga diharapkan ada persetujuan dari Kecamatan dan Kelurahan,” katanya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat bersabar ditengah kondisi pandemi saat ini. Ditengah ujian yang melanda, diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi. “Mari kita jaga Zero conflict, dan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan instruksi pemerintah,” katanya.

Lihat Juga :  Menyinkronkan Hati dan Badan dalam Beribadah

Sementara itu, Ketua MUI Kota Palembang, Saim Marhadan menyambut baik wacana yang dikemukakan Kementerian Agama. Meski selama ini masjid-masjid tidaklah sepenuhnya tutup. Kegiatan ibadah seperti sholat tetap dilakukan meski harus dalam jumlah jamaah yang terbatas.

“Adzan masih berkumandang, yang sholat juga ada tapi yang dimaksudkan pembatasan kemarin adalah kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa seperti sholat berjamaah,” katanya.

Menurutnya, bila nanti new normal diberlakukan tentu akan ada tatanan ibadah yang sedikit berbeda dari biasa. Terutama tetap harus mengedepankan protokol kesehatan. “Jamaah wajib cuci tangan dan pakai masker bila ibadah,” katanya. (*/sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button