KALAM

Naikkan Nilai Keuntungan Dagangan Ala Rasulullah, Ini Caranya

Assajidin.com –Saat ini tren bisnis semakin berkembang, kini semakin banyak orang-orang yang tertarik dalam dunia bisnis terlebih dalam masa pandemi ini menuntut orang-orang untuk lebih kreatif dalam menambah penghasilan. Sukses dalam berbisnis tentu merupakan impian semua orang.

Dalam berbisnis kita dapat menemukan role model seperti Rasulullah ﷺ. Bagaimana cara teknik Rasulullah dalam berbisnis.

Selama ini banyak yang memahami bisnis adalah bisnis yang tujuan utamanya ialah meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Hukum ekonomi klasik modal kecil untung sebanyak banyaknya menjadikan pelaku bisnis melakukan segala cara demi merealisasian teori tersebut.

 

Dari mulai memalsuan kualitas barang, suap menyuap, penimbunan, pengurangan bahan baku, dan segala jenis bentuk kecurangan lainnya.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Agar Allah Mencintai Kita, ini Syaratnya

Sebagian besar orang-orang berpikir bahwa modal utama berbisnis adalah uang, akan tetapi sejatinya kesuksesan dalam berbisnis modal utamanya adalah moral. Kejujuran, amanah, dan profesional akan mendapatkan kepercayaan yang sangat besar dari konsumen.

Dengan adanya kepercayaan dari konsumen maka bisnis yang dilakukan akan berkembang dengan pesat. Hal demikian terbukti dari suksesnya bisnis rasulullah saw pada usia muda.

Perjalanan bisnis rasulullah dimulai sejak sekitar usia 12 tahun, beliau telah pergi bersama pamannya, Abu Thalib, membawa barang dagangan dari Mekah ke negeri Syam (Suriah). Kegiatannya masuk keluar pasar hampir tidak pernah berhenti sepanjang hidupnya.

Pada usia 17 tahun, beliau tercatat sebagai saudagar mandiri yang bermitra dengan Khadijah, wanita pemilik modal (shahibul mal), tetapi kemudian pada usia 25 beliau memutuskan untuk mempersunting Khadijah sebagai istrinya.

Lihat Juga :  Kisah Kesabaran Rasulullah hingga Turun Wahyu Pelipur Lara, Surat Ad-dhuha

Aktivitas bisnis Muhammad sebagai saudagar sukses berlangsung hampir sepanjang hidupnya. Dalam catatan Afzalurrahman dalam bukunya “Muhammad as a Trader”, disebutkan bahwa Muhammad Saw sebagai saudagar telah dikenal luas namanya di berbagai negara, seperti Yaman, Suriah, Yordania, Bahrain, dan Irak. (Rokan, 2013)

Kesuksesan beliau sebagai saudagar ditopang oleh etika yang dewasa ini disebut sebagai key success factor (faktor kunci kesuksesan); yaitu al-shiddiq (benar, jujur), al-amanah (terpercaya, kredibel), at- tabligh (komunikatif, transparan) dan al- fathanah (cerdas, profesional).(*)

Also Read
Close
Back to top button