ALFURQON SCHOOL

My Students My Adventure, Bahasa Cinta Sebagai Solusi Pendidikan

By : Fitra Diana,S.Pd.I

Guru SD IT Al Furqon Palembang

 ASSAJIDIN.Com – Anak didik di sekolah merupakan titipan Allah SWT yang diserahkan kepada para pendidik (guru) di sekolah. Anak adalah manusia kecil tanpa dosa, polos, yang sering dikatakan bahwa mereka belum mengenal apapun tentang kebenaran, belum mengetahui apapun tentang ilmu, baik sosial, agama juga tingkah laku.

Sesuatu yang biasa atau wajar jika anak-anak sering melakukan kesalahan dalam kesehariannya,sering melakukan perilaku yang tidak wajar, dan itu mempengaruhi perkembangan belajarnya. Itu semua sering kita anggap bahwa “anak itu bermasalah”.

Bagi penulis, ketika kita sudah mengetahui gaya belajar siswa, perkembangan siswa dan bagaimana pola asuh siswa   yang sering dianggap bermasalah maka itu bukanlah menjadi suatupermasalahan, karena sesungguhnya mereka pada fase berpetualang mencari ilmu, mereka sedang melakukan problem solving yang secara ilmu psikologinya sering disebut trial and error, hanya saja perkembangan selama mereka belajar apakah dipantau ?, apakah diperhatikan?, apakah ditemani oleh orangtua ataupun guru? Intinya, dalam mendidik seorang peserta didik maka seluruh komponen yang terlibat harus satu Visi dan Misi serta satu tujuan baik guru di sekolah, maupun pola asuh di rumah, karena karakter (Akhlak) yang terbentuk pada peserta didik tidak bisa secara instan dan anak tidak ada yang dilahirkan pintar secara instan juga.

Lihat Juga :  Tak Bisa CPNS, 8.000 Guru di Sumsel Berjuang di PPPK

Sesungguhnya anak-anak diibaratkan sebuah kertas yang putih polos. Mereka akan mulai terbentuk dengan pola asuh atau kebiasaan yang sering dilihat dan dilakukan oleh orang-orang disekitar mereka khususnya orangtua.Kunci kesabaran merupakan salah satu cara yang perlu kita lakukan dalam menghadapi anak-anak unik dan suka berpetualang.

Ada beberapa bahasa cinta yang harus kita lakukan kepada anak-anak kita untuk dijadikan sebuah solusi yaitu:

Pertama, memberikan sentuhan. Setiap kita berinteraksi dengan anak tersebut sesekali kita menyentuh bagian tubuhnya, seperti : mengusap kepalanya, memegang bahunya dll. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada si anak.

Kedua, memberikan kata-kata yang indah. Ketika berbicara dengan anak, kita tetap beretika dan sopan santun, sehingga si anak akan merasa nyaman dan merasa dihargai dengan kata-kata pujian dari kita. Sehingga si anak termotivasi dalam melakukan hal-hal yang ia inginkan.

Ketiga, memberikan waktu luang. Dengan memberikan waktu yang khusus buat anak dimana kita bercanda sambil ngobrol ringan, serta memberikan kesempatan kepadanya untuk berekspresi baik bicara mengenai hobi si anak. Anak akan lebih mudah mengeksplor kemampuan belajarnya juga anak lebih terbuka untuk mengembangkan kemampuannya .

Lihat Juga :  Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Al Furqon Bagikan 330 Paket Sembako

Keempat, memberikan reward. Anak akan lebih merasa dihargai akan usaha-usaha belajarnya jika si anak memperoleh reward dari setiap tingkah laku positifnya. Anak akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kebiasan positifnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima, memberikan pelayanan. Kita sebagai orangtua dan guru wajib melayani anak-anak kita sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan. Anak akan merasa adil, ketika kita menuntut anak untuk berprestasi .

Dari lima bahasa cinta di atas, tidak semua bahasa ini cocok untuk dilakukan kepada anak. Biasanya, ada salah satu yang dominan cocok untuk mereka.  Mudah-mudahan lima bahasa cinta ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perkembangan anak.

Sebagai orang tua mari kita pahami keunikan yang ada pada anak didik kita, karena itulah Advanture bagi mereka. Anak yang dididik dengan akhlak dan agama maka sampai dewasapun mereka akan tetap butuh dengan agama tersebut. (Zakiah Daradjat).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Also Read
Close
Back to top button