MUSLIMAH

Mulianya Seorang Wanita dalam Islam Menurut Alquran

ASSAJIDIN.COM –Sebagai makhluk muslim ciptaan Allah Subhanawata’allah tentunya Kitab suci Al Quran menjadi pedoman hidup dan bukti kekuasaan Allah.

Di dalam Al Quran menyebutkan perempuan adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat mulia dalam islam. Perempuan memiliki hak khusus dimana ia harus dimuliakan.

Ada beberapa bukti kemuliaan perempuan yang tertuang di kitab suci Al Quran seperti pada Surah An Nisa ayat 34 yang Artinya : “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberi nafkah dari hartanay”.

Allah berfirman dalam QS An Nahl ayat 72 yang artinya :”Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kami sendiri dan menjadikan bagimu istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil yang mengingkari nikmat Allah”.

Ibnu Mubarok menyampaikan sebuah riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah yang mengatakan “sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia.

Lihat Juga :  Sempat Nangis Pengen Pakai Hijab Setelah Dapat Mimpi Aneh, Pengalaman Spiritual Aktris Marcella Simon

Selain itu Rasulullah SAW bersabda “Perempuan berjenis manusia asal dunia lebih utama daripada para bidadari surga 70.000 kali lipat”.

Sebagai seorang wanita pula akan mengalami haid dan nifas, hal ini menjadi pengecualian dari Allah SWT untuk tidak melaksanakan shalat atau puasa.
“Siapa saja wanita yang mengalami haid maka sakitnya haid yang mereka alami akan menjadi Kafaroh (tebusan) bagi dosa-dosanya yang terdahulu”.

Begitupula ketika perempuan telah menikah dan akan menjadi ibu. Seorang wanita ketika hamil dan melahirkan memiliki perjuangan luar biasa mempertaruhkan hidup dan mati. Hal ini disejajarkan dengan jihad.

“Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah, orang yang mati karena thaun, syahid. Peang yang mati tenggelam, suahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati tertimpa benda keras, syahid. Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya,”HR Abu Daud 3111 dan dishahihkan al Albani.

Lihat Juga :  Momen Hari Ibu, Inilah 10 Kriteria Muslimah Sejati

Spesialnya lagi, Dalam Hadist Riwatat Ahmad menjelaskan “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya:”masiklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. ahmad).

Di dalam islam juga telah menerangkan bahwasanya surga berada di bawah kaki ibu yang memiliki arti bahwa pentingnya berbakti dan menghormati seorang ibu.

Dari Musa bin Muhammad bin ‘Atha’, Abu Al-Malih, Maimunah, dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata Rasulullah SAW bersabda : “Surga itu dibawah telapak kaki-kaki para ibu, siapa yang mereka kehendaki, maka mereka akan memasukannya, dan siapa yang mereka kehendaki, maka mereka akan mengeluarkannya”. (tri jumartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button