KELUARGA

Menyikapi Mertua yang Keras, Bagaimana Solusinya?

AsSAJIDIN.COM –‎Dinamika kehidupan, membuat manusia pasti akan menghadapi berbagai permasalahan. Salah satunya masalah dalam keluarga  tentang mertua.

Banyak di lingkungan keluarga yang timbul perpecahan akibat sikap dari mertua atau menantu yang tidak akur. Bisa jadi karena masing-masing memiliki karakter berbeda, atau sebaliknya memiliki karakter sama-sama keras. Bagaimana meghadapi persoalan seperti ini?

Sebagai orang yang lebih muda usianya, menantu sebaiknya pelajari dulu penyebab ibu mertua keras wataknya. Sebab, boleh jadi dia orang awam yang tidak mengenal agama Islam dengan baik, lalu dihadapkan dengan masalah yang belum mampu dia pecahkan sehingga dia marah dan berlaku keras, apalagi wanita memang punya sifat kurang akal (logis) dan kurang sabar.

Jika kita mengetahui penyebabnya, maka segeralah cari jalan pemecahannya.

Lihat Juga :  Bijak Melihat dan Mengomentari Raport Anak Kita

Istri hendaknya bersabar atas perkataan mertuanya yang kasar selagi dia tidak memukul atau merusak fisik.

Dan istri hendaknya berusaha menanggapinya dengan kata-kata yang baik saat dia sedang marah.

Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terutama pada malam hari agar ibu mertua menjadi orang yang baik kepada menantu dan orang lain, karena hanya Allah-lah yang membolak-balikkan hati.

Mengapa kami menasihati demikian?

Sebab, jika dengan usaha ini sang istri berhasil meluluhkan hatinya, maka kebahagiaan akan dirasakan semua anggota keluarga.

Bisa jadi mertua meminta maaf dan menyampaikan alasannya, dan tentu suami juga ikut gembira karena memiliki istri yang bersabar dan ulet mengatasi problematika rumah tangga.

Lihat Juga :  Mengobati Hati dari Kekuasaan Nafsu

Berapa banyak pahala yang akan diraih oleh orang yang mau bersabar?

Jika langkah ini belum juga berhasil, dan ibu mertua memang sulit berubah, bahkan punya dampak yang buruk jika dinasihati terus-menerus, maka tidak mengapa saudari minta pindah rumah jika suami mampu membeli atau menyewa rumah.

Akan tetapi hendaknya saudari tetap membantu suami agar dia tetap bisa berbuat baik kepada ibunya dengan tidak merugikan hak istrinya.

Dan si istri pun hendaknya sering silaturohmi ke rumah ibu mertuanya, karena kita hidup di dunia ini dihadapkan pada ujian yang berbeda-beda.

Maka beruntunglah orang yang sabar dan tabah serta istiqomah ketika menghadapi ujian.

Barokallahu fiik. Wallahu a’lam. (Sumber: Majalah Al Mawaddah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button