NASIONAL

Mengenal Wasit Perempuan Berhijab Asal Sumsel, Helen Purnama Sari yang Meramaikan Ajang Festival Badminton di Bali

Karier Saya tak Lepas dari Ridho Orangtua

AsSAJIDIN.COM —  Helen Purnama Sari mencuri perhatian dalam perhelatan Indonesia Master 2021 di Bali baru-baru ini. Ia menjadi wasit dalam ajang internasional tersebut.

Perempuan berusia 27 tahun berhijab ini berasal dari Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel). Ia sempat menjadi dosen di salah satu universitas dan saat ini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai guru SD di Lubuk Linggau.

Dalam pertandingan itu, Helen menjadi wasit perempuan perwakilan Indonesia yang memimpin pertandingan partai final tunggal putri antara Akane Yamaguchi (Jepang) melawan An Se Young (Korea Selatan).

Helen menjadi wasit badminton sejak tahun 2014, Nasional B di Padang di Padang. 2018 Apraisal Badminton Asia Accreditated (BBA) di Korea Selatan. 2019 Badminton Asia Accreditated (BBA) di China.

“Awal jadi wasit itu dimulai sejak tahun 2014 pada saat itu ada pelatihan wasit nasional B kira-kira di akhir tahun 2014,” kata Helen.

Guru SD Negeri 28 Lubuk Linggau ini memiliki semangat juang yang tinggi. Menurutnya, capaiannya saat ini tidak secara instan tapi bertahap. Ia memulai karir jadi wasit mulai dari jadi hakim garis (linejudge) terus baru ikut pelatihan wasit daerah (Provinsi).

“Lanjut lagi ujian nasional B dan lanjut ujian nasional A sampai dengan bisa menjadi satu satu yang mewakili Indonesia untuk ujian tingkat Asia di Korea 2018 dan di China pada tahun 2019,” katanya.

Lihat Juga :  Usai Sholat Kusuf Selepas Isya, Warga Ramai Saksikan Super Blood Moon, Fenomena Langka Gerhana Bulan

Untuk menjadi seorang wasit badminton, menurut Helen harus paham dan bisa mengimplementasikan Rule of badmonton dengan baik dan tepat.

Kalau untuk di level internasional harus bisa Bahasa Inggris dan bisa menerapkan peraturan perwasitan bulutangkis dengan baik dan tepat sesuai dengan petunjuk BWF.

“Dan yang satu lagi harus lulus baik nilai teori atau praktik di setiap ujian yang diikuti saat mengikuti assessment/ujian,” katanya.

Alumni Universitas PGRI Palembang ini mengatakan ia suka badminton walaupun tidak semahir para atlet. “Karena saya basicnya memang bukan atlet bulutangkis,” katanya.

Banyak hal yang tidak terlupakan selama menjadi wasit. Terutama saat terpilih memimpin final di kejuaraan Junior Championship di Souzhou China, karena itu merupakan perdana bisa jadi wasit di kejuaraan dunia walau levelnya adalah level junior dan di negara orang.

Tidak hanya di Indonesia, Helen juga pernah jadi wasit di China, Malaysia dan Korea.

“Apalagi posisinya saya itu sedang dalam ujian naik level (kandidat ujian) jadi ngerasa terharu aja bisa bawa nama Indonesia,” katanya.

Lihat Juga :  Berkah Idul Adha dan HUT RI, Digelar Penyembelihan Kurban dan Lomba 17-an

Menurut Helen, keberhasilannya atas dukungan keluarga terutama orang tua. Keluarga adalah orang yang paling terdepan mendukungnya sampai bisa berdiri menjadi wasit Indonesia Master 2021.

“Tanpa dukungan mama, papa, kakak, adik dan keluarga besar, saya tidak mungkin bisa hadir seperti hari ini apalagi almarhum ayah saya dulu sangat bangga ketika saya bisa ikut jadi wasit di kejuaraan Provinsi (kejurprov),” katanya.

Kata Helen jika saja almarhum ayahnya masih ada dan bisa melihat dirinya sekarang bukan lagi dilevel Provinsi.

“Semoga beliau bisa bangga disana, Aamiin,, tapi saya percaya satu hal jalan apapun yang kita pilih selama itu diiringi ridho orang tua insyaallah semuanya akan bisa sampai puncak,” katanya. (Pitria)

Profil:
Nama Lengkap: Helen Purnama Sari
Tempat tanggal lahir: 20 Mei 1994
Alamat rumah: terminal, depan Balaikota Kota Pagar Alam
Nama orang tua: ayah Darmanuddin
Ibu Mawinah
Anak ke berapa: Anak ke 3 dari 4 semuanya perempuan

Riwayat sekolah:
SDN 68 Pagar Alam
SMPN 2 Pagar Alam
SMAN 1 Pagar Alam
Universitas PGRI Palembang (S1)
Universitas Negeri Semarang ( S2)

Also Read
Close
Back to top button