SYARIAH

Mengapa Allah Perintahkan Infak, Sedekah dan Zakat?

ASSAJIDIN.COM — Infak, sedekah dan zakat masuk dalam rukun islam  yang lima. Artinya amalan ini salah satu yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim.

Mengapa diperintahkan infaq sedekah dan zakat?

Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya dan Allah juga telah mengatur segala urusan yang ada di langit dan bumi.

وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. QS. Ali Imron (3) Ayat 109

قُل لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ
Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
QS. Al An`aam (6) ayat 12

Allah menyediakan alam semesta untuk manusia sebagai sumber kehidupan. Hal ini sebagai batu ujian bagi manusia agar bersyukur.

وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَۗ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. QS. Al `Araf (7) Ayat 10

Lihat Juga :  Orang-orang yang Menyembunyikan Amal Salihnya

Rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia berbeda-beda, ada yang dilapangkan rezekinya, ada yang dicukupkan dan ada yang disempitkan rezekinya. Akan tetapi Allah memberikan jaminan rezeki kepada kita sesuai dengan ukuran.

۞وَلَوۡ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزۡقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٖ مَّا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرُۢ بَصِيرٞ
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. QS. Asy Syuraa (42) Ayat 27

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ وَٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
QS. Al Baqarah (2) ayat 245

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan, QS. An Najm (53) ayat 48

لِيُنفِقۡ ذُو سَعَةٖ مِّن سَعَتِهِۦۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيۡهِ رِزۡقُهُۥ فَلۡيُنفِقۡ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ سَيَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرٖ يُسۡرٗا
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. QS. At Talaq (65) ayat 7

Lihat Juga :  Niat, Doa dan Tata Cara Mengerjakan Shalat Ghaib

Manusia yang tidak menyadari akan hal di atas menganggap bahwa rezeki itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri tanpa ada campur tangan Allah SWT. Oleh sebab itu rezeki yang telah diberikan Allah kepada manusia patutlah disyukuri. Bukti manusia bersyukur kepada Allah ialah dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kamu miliki, jika tidak maka Allah akan mengazab dengan azab yang sangat pedih.

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. QS. Ibrahim (14) Ayat 7

Jadi, supaya manusia tidak melampaui batas, Allah telah memberikan rezeki sesuai ukurannya, ada yang dilapangkan, dicukupkan dan disempitkan. Rezeki adalah pemberian Allah dan rezeki merupakan kepunyaan Allah. Untuk itu Allah memerintahkan kepada manusia agar menyisihkan rezeki baik bagi yang dilapangkan, dicukupkan dan disempitkan agar menjadi bukti tanda manusia bersyukur kepada Allah SWT.(*/sumber: tulisan KH Muhammad Haris Ridho Lc dkk dalam buku berjudul Sedekah, dan Zakat Versi Alquran dan Hadist)

Back to top button