NASIONAL

Mengakselerasi Pemimpin Untuk Kolaborasi dan Inovasi SDGs

Wisuda Program Kepemimpinan SDG angkatan 3

ASSAJIDIN.COM — SDG Academy Indonesia menghadirkan Program Kepemimpinan SDG untuk mendorong terciptanya pemimpin-pemimpin masa depan yang berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Program Kepemimpinan SDG Angkatan ketiga diikuti 43 peserta dari sektor pemerintahan, akademisi, organisasi masyarakat, filantropi dan swasta. Selama 5 bulan para peserta mengikuti rangkaian lokakarya, mentorinh dan menyelesaikan karya SDG dengan topik Sustainable Waste Management dan Human Resources dan Employability.

Direktur Ad Intrim SDG Academy Indonesia, Siprianus Bate Soro mengatakan SDG Academy Indonesia terus berkomitmen untuk menghasilkan SDG-Certified Leaders melalui Angkatan angkatan Program Kepemimpinan SDGs ke depan demi percepatan pencapaian SDGs di Indonesia.

“Kelulusan ini untuk merayakan keberhasilan para peserta menjadi SDG-Certified Leaders,”katanya.

Peserta mendapatkan bimbingan dari Direktur SDG Dr. Maria R. Nindita R., Ph.D serta mendapatkan dua orang mentor yaitu Mentor Manajemen Sampah Berkelanjutan Dr. Eng. H. Bayu Indrawan,SE, ST, MT dan Mentor SDM DAN Ketenagakerjaan Romy Cahyadi.

Narasumber Program Kepemimpinan SDG Angkatan 3 yaitu Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, Program Aksi Hanting Dwi Yuliani, M.Si. Ph.D, Program Manager Better Work Bangladen, Mohamed Anis, HUB Institute Oswar Mungkasa, Manager Pilar Pembangunan Sosial SDGs DKI Jakarta Andini Eka Hapsari.

Lihat Juga :  Ini Dia Fakta Mengerikan Biksu Wirathu, Dalang Gerakan Anti-Islam di Myanmar

Peserta angkatan 3 bekerja dalam kelompok yang berasal dari latar belakang pemangku kepentingan dari asal daerah yang berbeda-beda. 43 Peserta yang terbagi dalam 9 kelompok, berupaya menciptakan kolaborasi nyata untuk SDGs. Setelah melalui Lokakarya dan mentoring selama 5 bulan, peserta menunjukkan karya SDG di Collaquium.

Adapun Program pelatihan yang meliputi Good Governance, SDM dan ketenagakerjaan, Manajemen Lahan Kritis, Kekerasaan terhadap perempuan dan anak, Pengentasan Kemiskinan, Manajemen Sumber daya Alam, Pelayanan, Kesehatan, Invetasi Berkelanjutan, Peningkatan Kualitas Pendidikan, Manajemen Sampah berkelanjutan, Keragaman Sosial dan Polusi.

Salah satu peserta asal Sumatera Selatan Andi Wijaya (Laznas PPPA Darul Quran Cabang Palembang) mengatakan Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia dibentuk untuk mendorong proses percepatan pencapaian SDGs melalui pembangunan kapasitas pemimpin-pemimpin lokal dan aktor dari berbagai sektor.

Ia mengatakan atas kerjasama UNDP Indonesia, Tanoto Foundation, dan Bappenas, SDG Academy Indonesia hadir untuk mendorong percepatan pencapaian sustainable development goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“pesan saya buat masyarakat sumsel yang peduli dan ingin mendapatkan ilmu, pengalaman dan relasi seputar program di atas. Ayok buruan daftar ikutin semua tahapanny dan seleksinya karena program yang tersedia untuk membangun kapasitas untuk mengembangkan diri dalam rangka berkontribusi secara strategis, inovatif, dan kolaboratif,”katanya, Senin (1/8/22)

Lihat Juga :  Enam Patokan Memilih Pemimpin Dalam Islam

Dengan mengikuti kegiatan ini, banyak wawasan pengetahuan yang di dapatkan. Untuk Angkatan ketiga, Peminatan pelatihan yang di buka ada dua yaitu SDM dan Ketenagakerjaan dan Manajemen Sampah Berkelanjutan.

“Kebetulan saya lulus seleksi peminatan ke2 (manajemn sampah berkelanjutan) dengan konsentrasi pengelolahan sampah dari rumah tahfidz dan pesantren, jadi menyambung dengan aktivitas saya saat ini sebagai Koordinator Rumah Tahfidz Sumsel. Adapun aktivitas yang di akukan di pesantren tentang sampah, salah satu dengan pengumpulan minyak jelantah yang di buat jadi sabun, bank sampah, dan program kesehatan dan lingkungan lainnya,”katanya.

Untuk dari Sumsel terdapat dua orang yang lulus seleksi yaitu Andiwijaya dari koordinator rumah tahfidz Sumsel dan Sri Rahmawati dari dompet dhuafa sumsel (dengan pemintan SDM dan ketenagakerjaan)

“Peserta 43 orang ini adalah orang-orang yang lulus seleksi dari beberapa tahapan
ujian secara online dan aktivitas kegiatan yang berhubungan peminatan, manfaatnya agar bisa menunjang keilmuan individu tersebut pasca pembekalan dari SDG academy selama 5 bulan pelatihan,”katanya. (tri jumartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button