SUMSEL

Memperbaiki Keikhlasan dalam Beramal, Salah Satu Bentuk Syukur

Kakanwil Kemenag Sumsel Tausiyah di HUT Kab Muaraenim

ASSAJIDIN.COM –Pemerintah Kabupaten Muaraenim menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kabupaten Muaraenim di Halaman Pemkab Muaraenim, Rabu (18/11).

Tampil sebagai penceramah Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Evi Zurfiana SE, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Muaraenim H. Abdul Haris Putra S.Ag, M.Pd.I, Forkompinda Kabupaten Muaraenim, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Muaraenim dan pejabat di lingkungan Kemenag Kabupaten Muaraenim.

Mukhlisuddin dalam tausiyahnya mengaku sangat senang bisa menghadiri Tabligh Akbar dan berbagi ilmu dengan warga Muaraenim. Menurutnya, even-even seperti ini adalah untuk kebaikan diri sendiri. “Kita hadir di sini mengharapkan ridho Allah untuk menyejukkan diri kita. Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah. Siapa yang menyangka kalau kita sudah satu tahun ini tutup mulut semua (pakai masker-red).

Bertemu susah, bersalaman susah, pertemuan pun menjadi tidak mesra. Ini adalah ujian Allah. Mari kita berdoa agar Covid-19 segera berlalu,” tutur Mukhlisuddin.

Lihat Juga :  Persatuan Umat Lebih Utama, Kakanwil Kemenag Sumsel Imbau Masjid Bebas dari Politik

Mukhlisuddin mengakui, Kabupaten Muaraenim mengalami banyak kemajuan. Hal ini berkat peran serta masyarakat dan pemimpin. Karenanya, mendoakan pemimpin adalah hal baik dan berpahala. “Mari kita bersyukur atas prestasi yang telah dicapai. Kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya, bila kita ingkar sesungguhnya azab Allah amat pedih.

Mari kita menebar kebaikan. Apa yang kita lakukan dan ucapkan hendaknya hal-hal yang menyejukkan saja. Mari banyak bersyukur, jangan mudah mengeluh,” jelas Mukhlisuddin.

Dia menambahkan, cara bersyukur antara lain adalah dengan mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Juga dengan memperbaiki keikhlasan dalam beramal. Maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menyembah Allah. “

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus,” tutur Mukhlisuddin mengutip makna Surah al Bayyinah ayat 5.

Sementara itu, PLT. Bupati Muaraenim H. Juarsah SH dalam sambutannya menjelaskan, peringatan HUT Kabupaten Muaraenim biasanya digelar dengan gembira ria, mendatangkan artis, mendengkan lagu-lagu dan lain sebagainya.

Lihat Juga :  Apel Tiga Pilar, Gubernur Harapkan Sumsel Selalu Siaga dan Aman

Namun tahun ini digelar berupa Tabligh Akbar sebagai ajang merenung dan berdoa agar Muaraenim semakin maju, agamis, dan sejahtera. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, yakni pakai masker, menjaga jarak aman, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, serta menyediakan scanner pengukur suhu,” tutur Juarsah.
Di usianya yang ke-74, lanjut Juarsah, banyak prestasi yang telah dicapai Kabupaten Muaraenim.

Salah satunya mendapatkan penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak tujuh kali. Juga ada penghargaan-penghargaan lain. Namun dia mengakui, tentu masih ada kekurangan dan kelemahan dalam pembangunan di Kabupaten Muaraenim.

“Marilah kita merenung sejenak, melihat, dan mengevaluasi peran kita semua dalam pembangunan di Muaraenim. Renungan ini menjadi tolok ukur kita agar memahami kekurangan diri sehingga mampu mengantisipasi tantangan di masa depan.

Hari jadi ini harus dimaknai sebagai peningkatan prestasi kerja, bukan perayaan semata. Peringatan ini menjadi momentum untuk peningkatan kinerja sehingga mampu mewujudkan Muaraenim yang merakyat, agamis, berdaya saing, mandiri, sehat, dan sejahtera,” terang Juarsah. (*/Sumber: rilis kemenag)

Tags
Close