MOZAIK ISLAM

Memanfaatkan Perkembangan Teknologi untuk Tabungan Akhirat

AsSAJIDIN.COM — Manusia merupakan Makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, peka terhadap lingkungan, dan tahu apa saja yang mereka butuhkan. Karena manusia memiliki akal, dan budi yang membuat manusia memahami jati dirinya, dari mana mereka berasal, dimana mereka berada dan akan kemana perginya.

Dalam Kehidupan Sekarang ini hampir semua aspek kehidupan manusia dimudahkan dengan adanya teknologi yang ada. Oleh karena itu, apabila ada suatu bangsa atau negara yang tidak mengikuti perkembangan sains dan teknologi, maka bangsa atau negara itu dapat dikatakan negara yang tidak maju dan terbelakang.

Sudah ada pemanfaatan teknologi dalam bidang keislaman. Beberapa di antaranya adalah digitalisasi kitab klasik sehingga bisa diakses dengan gampang. Lalu, ada pula aplikasi pengingat shalat, Al-Qur’an digital, doa-doa dan beragam cara penunjang ibadah yang bisa diakses secara praktis melalui perangkat mobile. Kini juga telah tersedia aplikasi kalkulator zakat, pengingat shalat, aplikasi halal, dan lainnya. Sebenarnya masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan untuk kepentingan umat islam didunia salah satunya juga bisa digunakan untuk berdakwah.

Secara bahasa, dakwah berarti menyeru atau mengajak. Dakwah bisa dilakukan dengan perkataan dan perbuatan dalam beragam media. Tujuan dakwah adalah untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan perbaikan.
Berdakwah tak dapat dimaknai dengan sekedar ceramah di hadapan hadirin di forum majelis taklim atau pengajian, tetapi juga bagaimana kita bisa ikut memberikan informasi kepada masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pengajian dengan menyebarkan jadwal kajian, membagikan video rekaman pengajian dan live streaming yang bisa dimanfaatkan melalui teknologi digital.

Lihat Juga :  AsSajidin Group- FDK UIN Raden Fatah Satu Visi Kembangkan Dakwah

Sarana komunikasi saat ini sangat mudah menjadi sarana meraih pahala. Dengan handphone mungil, hanya dengan mengirim short message kepada kerabat atau shohib dekat berisi nasehat yang menyentuh qolbu, kita pun bisa meraih pahala. Nasehat tersebut bisa jadi kita dapatkan dari bacaan buku atau seorang ustadz dan tinggal kita forward pada nomor kontak lainnya. Ini tips mudah untuk mendapatkan pahala lewat dakwah pesan singkat, walau mungkin kita bukan seorang da’i, hanya sekedar pem-forward pesan.

Keutamaan Berdakwah

Sekedar nasehat sederhana, seperti ajakan shalat, penjelasan keutamaan suatu amalan, ajakan mengerjakan puasa sunnah, penjelasan perihal hukum Islam, bahaya keyakinan menyimpang dan amalan tanpa dasar, itu bisa menjadi pesan dakwah sederhana. Walau sederhana, namun kita bisa meraih pahala dari orang yang mengikuti ajakan kita. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893). Bahkan pahala orang yang didakwahi tidak berkurang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Lihat Juga :  Niat yang Benar Bisa Jatuh ke Dalam Kesalahan, Bila tidak Diiringi dengan Metode dan Langkah yang Benar Pula

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

Sekarang Anda bisa memanfaatkan handphone Anda atau jaringan sosial Anda di FB, Instagram, Whatshapp atau twitter untuk berdakwah dan mengisinya dengan hal-hal yang lebih manfaat bahkan bisa menuai pahala.

Dari banyaknya teknologi digital yang bisa dipakai dan digunakan untuk membantu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Namun, teknologi diibaratkan sebagai dua buah mata pisau yaitu ketika kita menggunakannya dengan ceroboh maka akan semakin menjauhkan kita dari Allah Ta’ala, dan sebaliknya ketika kita menggunakannya dengan bijak maka keuntungan dan kemudahan yang kita dapatkan akan lebih besar dibanding mudharatnya. Sebagai filter, sepatutnya kita sebagai manusia yang mempunyai akal, budi, serta keimanan harus mampu menyeleksi mana yang memberikan manfaat dan yang semakin mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala dan mana teknologi yang mengganggu ibadah kita bahkan menjauhkan kita dari Allah Ta’ala.(*)

Editor : Abu Hasan dan Jaka Pratama

Back to top button