MOZAIK ISLAM

Memaknai Syahadat dan Mempraktikkannya dalam Kehidupan Sehari- hari

ASSAJIDINMCOM — Marilah kita tingkatkan takwa kita dengan sebenar-benar takwa, yaitu senantiasa tetap segera mohon ampun, bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, selalu menahan amarah, senantiasa memaafkan kesalahan orang dan gemar berbuat baik.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Kita selaku umat muslim jelas sudah mengetahui dan hafal benar dengan rukun Islam yang pertama, yaitu syahadat. Syahadat ibarat pintu masuk ke dalam dunia Islam. Seseorang yang menyatakan dirinya masuk Islam harus mengucapkan Syahadat ini. Sebenarnya apa kelebihan dari syahadat sehingga ia diletakkan pada urutan pertama dalam rukun Islam.
Syahadat artinya pengakuan atau persaksian. Syahadat ada 2 yang kemudian dikenal dengan syahadatain atau dua kalimah syahadat. Syahadat yang pertama berbunyi:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ
Yang artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang aku sembah) selain Allah.”

Syahadat yang kedua berbunyi:

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللّهِ
Yang artinya: “Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah pesuruh Allah.”

Pertanyaannya: Apakah setiap orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat sudah dianggap Islam? Apakah setiap orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat pasti dijamin masuk surga? Semua itu hanya persangkaan dan anggapan kosong belaka.

Syahadat adalah persaksian. Dalam dunia pengadilan manusia saja, seorang Hakim tidak akan menerima persaksian seseorang jika saksi tersebut tidak mempunyai bukti. Apalagi dalam pengadilan Allah SWT Hakim Yang Maha Adil, jelas semua persaksian (syahadat) harus disertai bukti-bukti yang nyata.

Lalu apa yang harus dikerjakan sebagai bukti-bukti dari syahadat kita?

Syahadat artinya pengakuan hanya menyembah Allah, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang aku sembah kecuali Allah”. Bukti yang wajib dilakukan setelah mengaku menyembah Allah adalah TAKWA.

Demikian yang Allah perintahkan sebagai syarat syahadat di dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut: 16,

وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوه ُُ ذَلِكُمْ خَيْر ٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Dalam ayat tersebut jelas, bahwa menyembah Allah buktinya adalah TAKWA. Barang siapa tidak bertakwa maka bukti syahadatnya kosong. Maka dia tidak dianggap menyembah Allah walaupun mengaku Tuhannya adalah Allah.

Lalu apa itu TAKWA yang merupakan bukti syahadat?

Takwa adalah tunduk patuh pada perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Seluruh perintah dan larangan Allah termaktub di dalam Al-Qur’an Al-Karim, seperti memelihara alam, memberi makan fakir miskin, memelihara anak yatim, tidak curang, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak marah, tidak bicara dusta, tidak merugikan hak-hak orang lain, tidak memaksakan agama, tidak mencaci sembahan orang lain, dan lain-lain yang banyak sekali yang kesemuanya harus dikerjakan sekuat kemampuannya sebagai bukti ke-TAQWA-annya dan sebagai bukti SYAHADAT-nya.

Lihat Juga :  RZ : Terimakasih Donatur, Berdayakan Desa Hingga Siaga Bencana

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرا ً لِأنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِه ِِ فَأُوْلَائِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (At-Taghabun:16)

Takwa, yaitu mengerjakan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya memang sangat banyak, akan tetapi Allah mendidik manusia dengan memulainya dengan bersedekah tidak berlaku kikir. Karena sumber kebaikan nantinya adalah di sedekah, sedangkan sumber keburukan adalah pada kekikiran.

Karena itulah Allah menjelaskan lebih rinci lagi poin-poin urutan pekerjaan TAQWA dengan memulainya dengan sedekah baik ketika lapang maupun sempit, yaitu di Surat Ali Imran: 133-134.
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَة ٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”.

Di ayat ini, Allah memulai perbuatan taqwa dengan bersedekah baik ketika lapang maupun sempit. Setelah terbiasa bersedekah maka dia akan mampu menahan amarah, Karena dengan amal sholeh sedekah ini Allah menanamkan kasih sayang di dalam hati seseorang.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدّا ً
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam:96)

Setelah mau bersedekah maka hatinya penuh kasih sayang, tidak ada iri, dengki, dendam dan marah. Setelah mampu menahan amarah, baru bisa memaafkan kesalahan orang lain.

Di ayat lain, Allah juga menjelaskan bahwa untuk menjadikan dunia berada dalam kedamaian maka harus dimulai dengan sedekah.

Lihat Juga :  Tradisi Ruwahan Sambut Bulan Ramadhan Menurut Islam  

لاَ خَيْرَ فِي كَثِير ٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَح ٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ~ِ أَجْرا ً عَظِيما

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa:114)

Di ayat ini, Allah memulai perintah dengan sedekah, jika dikerjakan maka dia akan mampu berbuat makruf (baik dan benar), setelah mampu berbuat makruf baru mampu membuat perdamaian.

Marilah kita yang mengaku memiliki agama yang paling mulia ini, berbuat yang benar-benar mulia yaitu TAKWA. Mari kita wujudkan syahadat kita dengan mengerjakan takwa sesuai kesanggupan kita. Kita mulai dengan mau bersedekah peduli kepada tetangga-tetangga di sekitar kita yang kurang mampu. Kelak Allah akan menanamkan kasih sayang di dalam dada kita, sehingga kita mampu berbuat makruf dan suka dengan perdamaian.

Coba kita perhatikan di sekitar kita betapa banyaknya saudara-saudara kita yang mengaku Islam, meneriakkan “Allohu Akbar” tetapi suka kekerasan, anarkisme, merusak, menyakiti orang lain, membunuh, bahkan membinasakan sekelompok orang lain yang berbeda madzhab dan aliran. Dimana kasih sayang mereka? Dimana jiwa damai mereka? Dimana syahadat pengakuan menyembah Allah Yang Maha Kasih Sayang mereka? Mereka mengaku Menyembah Dzat Maha Kasih Sayang tetapi perbuatan mereka jauh dari kasih sayang. Kekejaman tidak akan hilang hanya dengan mengerjakan sholat ritual saja, kebengisan tidak akan hilang hanya dengan mengerjakan puasa ritual saja, kedengkian tidak akan hilang hanya dengan mengerjakan haji dan umroh saja, kejahatan tidak akan hilang hanya dengan mengerjakan dzikir saja. Ikuti ajaran Allah, jika ingin mempunyai rasa kasih sayang maka bersedekahlah. Jika ingin mempunyai jiwa perdamaian mulailah dengan sedekah. Itulah ajaran Allah Pencipta kita, tetapi manusia lebih suka pada ajaran thaghut-thaghut yang membuat buku-buku dan kitab-kitab karangan sebagai pesaing dari Kitab Allah.

Demikian semoga bermanfaat. Semua yang didengar tidak akan berlaku jika tidak dikerjakan. Semua ayat yang dibaca tidak akan berlaku jika tidak diaplikasikan.

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (Al-Anfal:20).(*)

Tags
Close
Close