Uncategorized

Masya Allah, Kebun Kurma Jadi Objek Wisata Baru di Bengkulu

ASSAJIDIN.COM –Kebun kurma di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu jadi objek wisata baru di provinsi berjuluk Bumi Raflesia. Pohon kurma yang mulai tumbuh di lahan 5 hekatare jadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang, pemandangan baru layaknya di jazirah Arab.

Budidaya kurma tropis dilakukan warga bernama M Nur Miftahudin itu sudah dimulai sejak pertengahan 2017. Dia sudah menanam 480 pohon kurma dengan 8 varietas; Barhe Thailand, H1 Thailand, K1 Thailand, Barhe Saudi, Medjol, Ajwal, Zahdi dan Deglet Noor (DN).

”Kurma yang ditanam 8 varietas. Umur kurma dari 10 bulan hingga 4 tahun. Diperkirakan akhir tahun ini pohon kurma sudah ada yang mulai berbuah, ruthob atau kurma muda,” kata Nur, Kamis 18 Juni 2020.

Kebun kurma tersebut akan dijadikan objek wisata edukasi. Selain bisa memetik langsung buahnya, pengunjung juga bisa belajar tentang kurma. Buah kurma itu mau dipatenkan dengan nama Kurma Rafflesia.

Lihat Juga :  Hari ini Terakhir Menjabat Gubernur Sumsel, ini Dia Penjabat Sementara Pengganti H Alex Noerdin

”Kebun ini akan dijadikan objek wisata edukasi,” jelas Nur.

Nur juga membuka kebun kurma seluas 1,5 hektare di Desa Fajar Baru, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Di sana masih dalam proses penanaman bibit kurma H1 Thailand dan K1 Thailand.

Budidaya kurma berawal dari mimpi M Nur Miftahuddin yang ingin menjadikan Bengkulu sebagai salah satu provinsi penghasil kurma di Indonesia.

Selain Bengkulu, kebun kurma kini juga ada di Aceh Besar dan Pasuruan, Jawa Timur.

Nur termotivasi dari Pioneer Kholat, Sam Lak Juan asal Thailand. Kholat merupakan penemu kurma KL1 Thailand Maejo36, yang merupakan hasil persilangan Barhe Saudi dan Deglet Noor (DN). Di Thailand, kurma tumbuh subur. Di mana Thailand menjadi pioneer budidaya kurma tropis di Asia Tenggara, bahkan dunia.
Melihat hal tersebut, Nur pun mulai tergerak untuk menanam kurma di atas lahan seluas 5 Ha, yang sebelumnya lahan tersebut merupakan areal perkebunan Tandan Buah Segar (TBS) atau sawit.

Lihat Juga :  Kisruh UKT, Rektor UIN Raden Fatah Akui Salah Verifikasi, Perpanjang Masa Pembayaran 3 Hari

Nur mulanya belajar secara otodidak. Ia mempelajari PH tanah, kelembaban serta suhu lalu menyemai bibit kurma yang diperoleh dari Thailand. Dia juga pernah belajar langsung ke pembudidaya kurma di Thailand pada 2018.

”Saya juga sempat belajar di Pasuruan. Di sana pada tahun 2020 sudah panen 2 kali,” sampai Nur.

”Saya hanya ingin menjadikan Bengkulu, sebagai tempat edukasi kebun kurma. Kebun seluas 5 Ha yang ada ini nanti dapat dinikmati seluruh masyarakat.” (*/SUMBER: OKEZONE)

 

Also Read
Close
Back to top button