KESEHATAN

Marak Manusia Silver, Begini Efek Mengerikan Cat Minyak bagi Tubuh

ASSAJIDIN.COM –Sejak pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakat menengah ke bawah kesulitan ekonomi. Bahkan, saat ini hampir di setiap persimpangan lampu merah Kota Palembang banyak ditemukan aksi manusia silver.

Manusia ini lengkap dengan membawa sebuah kotak menghampiri para pengendara yang berhenti. Di bawah sinar matahari, tubuh yang sudah dilumuri oleh cak minyak berwarna silver ini semakin terlihat mengkilat.

Demi sesuap nasi, nyatanya ancaman bagi kesehatan yang bisa ditimbulkan bila mereka terus menerus membalurkan cat minyak ke seluruh tubuhnya kapan pun bisa terjadi.

dr Resti Meifiana

Owner The Fame Skin Care dr Resti Meifiana mengatakan, fenomena manusia silver saat ini menjadi perhatian pengguna jalan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang jenis bahan yang digunakan.

Lihat Juga :  14 ODP Baru, Begini Pemantauan Isolasi Mandiri, Pasca Kontak dengan Pasien Covid-19 Asal Palembang

Seperti yang diketahui, mereka menggunakan bahan berupa cat untuk sablon dicampur dengan minyak. Bahan ini tentu beda sekali dengan bahan cat yang biasa digunakan untuk seniman body painting yang aman jika terkena badan.

“Mereka juga memakai cat ini bisa seharian dan re-apply (dioles ulang) berkali-kali agar tidak luntur seharian,” katanya, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Dimana efek jangka pendek dapat berupa dermatitis kontak, gejala ringan dapat muncul seperti merah,gatal, perih yang sering terjadi jika kulit sensitive terhadap bahan tertentu dari cat silver tersebut.

“Sampai gejala berat seperti ruam yang luas hingga melepuh.sedangkan efek jangka panjang akibat terus menerus terpapar bisa lebih berbahaya lagi,” katanya.

Lihat Juga :  Ternyata Lebih Banyak Bahayanya dari pada Manfaat Minuman Bersoda

Selain itu, formulasi cat yang bukan untuk penggunaan di kulit yang dioleskan sepanjang hari dan berulang. “Sensitifitas kulit orang juga berbeda, ada yang nunjukin reaksi dermatitis kontak yg reaksinya cepat, ada yang dalam jangka waktu lama baru ada reaksi,” katanya.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah mengatakan, meski mereka belum secara pasti mengetahui jenis bahan yang digunakan manusia silver, namun dari sisi medis bahan kimia apapun itu ketika dibalurkan ke kulit tentu akan memberikan efek, mulai dari alergi dan lainnya.

“Bahan kimia apapun tentu bahaya untuk digunakan di kulit, paling sering muncul adalah alergi. Perlu diwaspadai bila alergi kulit semakin parah,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Tags
Close