SYARIAT

Mampu tapi tidak Berkurban, ini Penjelasan AlQuran dan Hadist

ASSAJIDIN.COM — Salah satu ritual yang selalu ada setiap Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Pemotongan hewan kurban biasanya dilakukan usai salat eid.

Perintah berkurban sendiri terkandung dalam Alquran surah Al-An’am ayat 162-163. Sebelum umat nabi Muhammad SAW, nabi Ibrahim AS telah lebih dulu melaksanakan syariat ini. Ia mengorbankan putranya Ismail yang kemudian digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba.

“Katakanlah, sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS Al-An’am: 162-163)

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Q.S. Al-Kautsar: 1-3)

Lihat Juga :  Serunya  Teuku Wisnu Ajak Anak Belajar Alquran

Hakikat berkurban sendiri adalah untuk mengukur kelapangan hati manusia menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT. Lalu kemudian daging dari hewan kurban tersebut dibagikan kepada saudara-saudara yang kurang mampu dan jarang memakan daging.

Rasulullah SAW melakukan ibadah ini sebagaimana yang diperintahkan Alquran. Ia pun bersabda lewat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).

Berdasarkan ayat Alquran dan hadits Rasulullah SAW, berkurban adalah wajib bagi mereka yang mampu, lantas bagaimana bisa seorang hamba mampu tetapi dia tidak berkurban?

Lihat Juga :  Hukum Memanfaatkan Jasa Leasing dalam Islam

Menurut penjelasan Syeikh Fikri Toriq, banyak ulama menyatakan bahwa hukum berkurban tgl 10-13 Dzulhijjah adalah Sunnah Kifayah.

“Kurban di hari Idul Adha 10 Dzulhijjah dan tgl 11-13 Dzulhijjah sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad ShollalloHu ‘alaihi wa sallam, banyak ‘ulama menyatakan bahwa hukum berkurban tgl 10-13 Dzulhijjah adalah Sunnah Kifayah sehingga tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya,” papar Syeikh Thoriq kepada Okezone.

Jadi, sunah dari sudut pandang fikih adalah, perbuatan yang bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa. Hanya saja hukumnya sangat makruh.(*/ sumber :okezone)

 

Tags
Close