Uncategorized

Mal hingga Masyarakat Diimbau Tak Adakan Acara Pergantian Tahun

ASSAJIDIN.COM — Perayaaan malam tahun baru di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kemungkinan akan ditiadakan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Ari Narsa saat diwawancarai, Kamis (02/12/2021).

Ari mengatakan, Aturan pemerintah yang menyatakan seluruh wilayah di Indonesia menerapkan kebijakan level 3 melalui Inmendagri 62/2021 akan diterapkan juga di Sumsel pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. “Kita masih menunggu info lebih lanjut. Tapi, ada wacana tidak ada acara untuk malam tahun baru karena semua wilayah Indonesia diterapkan PPKM level 3,” katanya

Lanjutnya, pihaknya juga belum bisa mengungkap apakah titik pusat pesta tahun baru seperti Jembatan Ampera akan dibatasi atau tidak. “Kita tunggu info lebih lanjut terkait dengan rekayasa lalu lintas di Jembatan Ampera,” ujar Ari

Ari menjelaskan, Sesuai Inmendagri 62 yang ditujukan kepada seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota, semua alun-alun jelang tahun baru hingga 1 Januari diminta untuk di tutup. Rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap jaga jarak. “Selain itu, perayaan tahun baru juga diimbau untuk tetap di rumah, tidak berkerumun dan melakukan perjalanan. Pawai dan arak-arakan tahun baru juga dilarang serta acara old dan new year di tempat terbuka dan tertutup sehingga berpotensi menimbulkan kerumuman pun dilarang,” jelasnya

Lihat Juga :  Ini Dia Kisah Barsisha, Ahli Ibadah yang Menyembah Iblis Jelang Mati

Lebih lanjut diungkapkannya, Even perayaan Nataru juga diminta ditiadakan di mal dan pusat perbelanjaan, kecuali pameran UMKM. Sementara jam operasional diperpanjang 2 jam menjadi pukul 09.00-22.00 WIB dengan 50 persen kapasitas. “Khusus tempat wisata, juga diatur mengenai kapasitas 50 persen dan melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka atau tertutup,” ungkap Ari

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, tetap melakukan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan saat menghadapi arus mudik Nataru nanti. “Sesuai surat Dirjen Yankes Kemenkes nomor YP.03.04/11/4071/2021 15 November lalu, terdapat potensi mobilitas tinggi yang dilakukan masyarakat. Hal itu memungkinkam terjadinya penyebaran kasus Covid-19,” katanya

Lihat Juga :  Setan Bersumpah Menggoda Manusia, Jangan Sampai Tertipu Daya

Lebih lanjut diungkapkannya, ada beberapa hal yang akan dilakukan. Pihaknya, akan ikut memantau pelaksanaan prokes di semua tatanan masyarakat. “Akan disiagakan juga puskesmas, rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah dan public safety center (PSC) 119 dalam menangani dan antisipasi peningkatan kasua darurat dan Covid-19,” ungkap Lesty

Lesty menambahkan, pihaknya juga memantau bersama lintas sektor terkait kesiapan tempat ibadah dan perayaan Nataru. “Termasuk koordinasi lintas sektor untuk melakukan testing, tracing dan treatment (3T), utamanya pada warga dari luar kota,” katanya (MN)

Back to top button