PALEMBANG EMAS

Kota Palembang Belum Beranjak dari Zona Oranye

ASSAJIDIN.COM –Hasil perhitungan kategorisasi resiko kenaikan kasus berdasarkan 15 indikator kenormalan baru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang menyatakan Palembang masih berada di zona oranye.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Palembang Bidang Kesehatan, Yudhi Setiawan mengatakan, berdasarkan perhitungan sampai dengan tanggal 11 Juli, total skoring dari 15 indikator kenormalan baru berjumlah 2,07 termasuk resiko sedang atau berada di zona orange.

Baca Juga : Memperlakukan Istriku dengan Cara-Cara Tersayang

“Terakhir kita lakukan perhitungan pada 27 Juni yang kita evaluasi hasilnya 1,9, terbaru ini 2,07. Artinya ada peningkatana dan ini mendekati zona kuning,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Penghitungan zona daerah dilakukan berdasarkan 15 indikator utama, meliputi kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi. Serta dua indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan dua indikator pelayanan kesehatan.

Lihat Juga :  RT/RW Diminta Awasi Pendatang Baru Antisipasi Covid-19

“Supaya kuning atau hijau nilai dari indikator tersebut harus tinggi, dan salah satunya kasus terkonformasi juga harus menurun,” katanya.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Palembang setiap dua minggu sekali melakukan perhitungan kategorisasi resiko kenaikan kasus yang terbagi menjadi empat zona.

Zona tersebut yakni merah (zona resiko tinggi) skor 0 – 1,8, orange (zona resiko sedang) skor 1,9 – 2,4, kuning (zona resiko rendah) 2,5 – 3,0 dan hijau (zona tidak terdampak) tidak tercatat kasus Covid-19 positif.

Sementara itu Plt Kepala Dinkes Kota Palembang, dr Fauziah menambahkan, untuk mencegah Klaster baru pada prinsipnya akan melakukan sistem tracking dan pemeriksaan pada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif kurang dari satu meter tanpa APD maka akan ada pemeriksaan lanjutan laboratorium.

Lihat Juga :  Gawat... FUI Ingatkan Pemkot Awasi Distribusi Sembako, KPK Bisa Hukum Mati Loh

“Semakin cepat kita tahu, maka semakin cepat akan ditangani. Ya, pengobatan dan dikarantina juga makin cepat, sehingga tidak menularkannya ke orang lain,” katanya. (*/Kamayel Ar-Razi/maklumatnews)

Tags
Close