MUSLIMAHSOSOK

Kisah Rahmalia Aufa Tokyo, Hijaber Indonesia yang Mendunia dan Eksis di Jepang

ASSAJIDIN. COM — Rahmalia Aufa Yazid alias Aufa Tokyo (24), sosok hijaber Indonesia yang sangat eksis di Jepang. Kebiasaannya mengenakan hijab yang unik dan stylish mampu mencuri perhatian dunia. Ciri khas jilbab yang sering dipakainya jatuh dan menjuntai yang terkadang tampak seperti rambut.

Aufa Tokyo kini dinobatkan sebagai salah satu perempuan muslim yang berpengaruh di dunia pada komunitas lokal dan Instagram versi Buzz Feed World.

“Saya ingin menunjukkan bahwa busana muslim adalah sesuatu yang melampaui batas-batas agama dan bahwa siapa pun dapat mengenakannya,” katanya seperti dikutip dari Buzz Feed News, Sabtu (18/7/2020)

Tidak ada paksaan dari orangtuanya untuk mengenakan hijab, jauh dari lubuk hati, Rahma mengaku nantinya dirinya pasti akan berhijab. Kemudian saat berusia 18 tahun, ia memutuskan berhijab.

Lihat Juga :  Ukhti ini Nekat Pakai Jilbab dari Kantong Kresek Gara-gara Lupa Berhijab

Awalnya, Rahma tidak percaya diri dan selalu merasa gelisah karena hanya ia yang berhijab di sekolahnya dan ia selalu merasa “berbeda”.

Dengan gaya Rahma yang hanya menggunakan hijab lama dan baju seadanya, tentu saja sangat berbeda dengan pakaian yang sedang populer di Jepang pada saat itu, yang membuat ia ketinggalan trend. Lalu ia bertemu dengan Hana Tajima seorang perancang busana yang dapat mengeluarkannya dari kegelisahan.

“Aku merasa hijab adalah busana yang melambangkan agama. Jadi, aku sangat berhati-hati dalam memilih busana untuk merepresentasikannya,” kata Rahmah.

Di saat bersamaan, Rahma juga tak ingin mengekang kreasi dalam berbusana dengan tetap mengikuti syariat agama. Dengan cara menggabungkan outfitnya dengan unsur muslim dan fashion yang sedang trend di Kota Tokyo.

Lihat Juga :  Bertahun-tahun Sisihkan Uang, Dokter ini Donasikan Tabungan Haji untuk Lawan Covid-19

Rahma dapat menunjukkan bahwa seorang wanita muslim dapat hidup normal, tapi tetap fashionable tanpa harus merasa asing meskipun muslim merupakan minoritas di Jepang. Bahkan, Rahmalia dapat memadukan kimono khas Jepang dengan hijab yang telah ditata sedemikian rupa sehingga ia terlihat sangat fashionable.

Rahma menata jilbabnya dengan cara orang Jepang menata rambut mereka. “Aku juga sering menambahkan aksesoris agar tampilan lebih hidup,” katanya. “Aku suka topi, jadi sering memadukannya dengan jilbab.”

Bagi Rahma, memakai pakaian hijab yang tertutup ini menjadi tantangan dalam menata fashionnya dan memiliki rasa kesenangan tersendiri.

“Tapi bagiku, itu bagian yang menyenangkan,” katanya.

“Ini seperti memecahkan teka-teki.” Serta ia pun merasa keyakinannya terhadap Islam kian meningkat di negara yang jumlah muslimnya minoritas.(*/sumber: okezone.com)

 

Tags
Close