KESEHATAN

Kiat Jiwa Tetap Sehat Ketika Bencana Menyergap

AsSAJIDIN.COM — Di tahun 2020 ini dunia tergoncang hebat karena bencana global, bagaikan gelombang besar nan dahsyat, bencana Pandemi Covid-19 menerjang seluruh negeri di muka bumi ini. Korban berjatuhan, warga dunia dilanda kecemasan, panik, ekonomi lumpuh, gejolak masalah sosial menyeruak tak terkendali. Kondisi ini semakin memperkeruh situasi.

Dalam menghadapai situasi yang kacau ini alangkah lebih bijak jika kita mulai menata diri, supaya tidak ikut terhanyut dalam situasi yang menyulitkan ini, salah satu hal yang urgent adalah bagaimana kita mampu mengelola jiwa supaya tidak stress berkepanjangan yang justru akan melemahkan jiwa dan raga kita, menyebabkan imunitas menurun, dan daya tahan melemah, yang tentu saja ini sangat merugikan, karena resiko tertular dan proses penularan menjadi lebih mudah ketika seseorang mengalami kondisi seperti ini.

Lihat Juga :  Nggak Lemes dan Tetap Semangat Selama Ramadan, Ini Rahasianya

Psikolog Klinis RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumsel, Ferlliana, S.Psi, Psi mengatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa kita upayakan untuk menjaga kesehatan jiwa kita supaya tetap kuat menghadapi terpaan bencana, dengan konsep : Look ( Melihat ), Listen ( mendengar), dan Link ( membangun hubungan).

“Belajar untuk mampu menerima kenyataan, yaitu membangun sebuah kesadaran diri bahwa seuatu yang terjadi adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi, dan tidak bisa lari menghindar darinya,”ujarnya.

Kemudian mengupayakan melepaskan segala stress, dengan cara merelaksasikan /mengendorkan pikiran, dan tubuh seperti menghibur diri, menjalankan hobby, mencari kesibukan yang mampu membuat hati senang dan gembira.

“Mengubah pola berpikir menjadi positif thinking, yaitu berusaha memandang suatu musibah dari sudut pandang yang berbeda, dan berusaha mencari sisi yang menguntungkan dari sebuah bencana,”katanya,Jum’at (16/10/2020).

Lihat Juga :  Adab Berikhtiar dalam Pengobatan, Menurut Islam

Saling memberi dukungan satu sama lain juga menjadi hal penting baik antar individu, dalam lingkup keluarga,dalam lingkungan sosial, atau komunitas. Belajar untuk bisa saling berbagi dan mendengar keluhan, dan saling menguatkan satu sama lain.(*)

Penulis: tri jumartini

Tags
Close