DUNIA ISLAM

Ketua Yayasan YKK Al Ustadz Najamuddin Siddiq : Ayo Tingkatkan Dari Rajin Baca Alquran, Juga Rajin Baca Artinya

AsSajidin.com – Al Mukarrom Al Ustadz Drs. KH Najamuddin Siddiq, MA, Guru Besar Yayasan Khasanah Kebajikan (YKK) Jakarta tiada henti-hentinya mengajak umar islam, teruatama sekali kalangan anak-anak dan remaja islam untuk selalu rajin membaca Alquran dan juga membaca artinya atau maknanya, dengan mengetahui arti ayat-ayat Alquran yang dibaca, maka kata Pengasuh Pesantren Alquran Masjid Pd. Benda, Bekasi ini, orang akan dapat mengambil pelajaran dan lebih penting lagi dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Najamuddin Siddiq dengan ikon tausiyahnya “Alquran Tematik” ini, akan berada di kota Palembang dan akan mengisi pengajian di Gedung Daarul Jannah, Kompleks SIT al Furqon, Jalan R. Soekamto, Kawasan Sekip Ujung, Sabtu, 4 Desember 2021 yang dimulai pukul 09.00 Wib. Diharapkan umat islam dapat menghadiri pengajian yang digelar Majelis Pemahaman dan Arti Alquran tersebut dan dapat berdialog langsung dengan Ustadz Najamuddin Siddiq.

Mengutip tausiyah di Rumah Islam Al-Hilya dalam video yuotube bertajuk “Kebebasan untuk Memilih”, Ustadz Zainuddin yang sehari-hari sebagai Ketua YKK Jakarta ini,mengungkapkan bahwa Wali Songo yang menyebarkan islam pertama di nusantara ini, juga berdakwah dengan membaca alquran sekaligus memberi-tahukan artinya, hal itu bisa dilihat dari syair lagu “Tombo Ati” yang pertama , “mboco quran sok maknai’.
Dia juga mengungkapkan kisah RA Kartini yang belajar mengaji alquran kepada seorang kiayi privatnya. Setelah banyak membaca, Kartini minta kepada kiayi-nya untuk memberitahu arti ayat-ayat yang dibacanya dan dikabulkan kiayi-nya, setlah ada ancaman Kartini akan berhenti mengaji kalau tidak diberitahu arti ayat-ayat Alquran yang dibacanya.

“Maka mari kita ajarkan kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita habis baca arabnya, lihat artinya, kalau tidak tahu, maka tanya kepada ustadz yang lebih paham,” ujar Ustadz Najamuddin.
Sementara itu, ulama ahli fiqih Indonesia, Ahmad Sarwat, Lc memaparkan bahwa Alquran sesungguhnya merupakan kitab yang berisi petunjuk dasar untuk hidup di alam dunia. Dengan menggunakan petunjuk itulah, kita diminta oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam arti luas, bukan terbatas pada ruang lingkup ritual dan sakral, tetapi seluruh aplikasi kehidupan manusia sesungguhnya bagian dari ibadah. Tanpa menggunakan petunjuk itu, maka apapun yang kita niatkan sebagai ibadah akan sia-sia.

“Maka selayaknya sebagai muslim, kita bukan sekedar hanya membaca Alquran sebagai ritus ibadah, tetapi lebih dari itu, seharusnya kita mempelajari maknanya, mendalami esensi isinya, serta pengimplementasikan perintah-perintah yang ada di dalamnya menjadi suatu tindakan yang nyata,” ujar Ahmad Sarwat, Lc yang dikutip dari rumahfiqih.com.

Dipaparkan ustadz lulusan Universitas Al Azhar, Cairo ini, Alquran sendiri telah mengumpamakan orang yang membaca kitab namun tidak mengerjakan isinya seperti layaknya keledai yang memanggul kitab.
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. Al-Jumu’ah: 5)

Lihat Juga :  Di Arab, Ada Masjid Paling Pintar di Dunia, Bagaimana Wujudnya?

Maka menjadi kewajiban kita untuk mempelajari isi kitabullah, sebagaimana ciri orang yang bersifat rabbani.
Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Ali Imran: 79)

Perintah untuk melakukan tadabbur Alquran juga kita dapati sebagai sebuah keharusan sebagai seorang muslim.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Sekedar Membaca pun Ibadah
Selajutnya dijelaskan, namun tidak dapat kita pungkiri bahwa Alquran itu memang lain dari wahyu yang lain. Salah satu kelebihannya adalah bila dibaca, meski tidak dipahami maknanya, Alquran tetap mendatangkan pahala. Walaupun manfaatnya menjadi sangat sedikit dibandingkan bila kita paham maknanya.

Namun perintah membaca tetap ada, sehingga meski kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja membaca Alquran merupakan perintah dari Allah SWT. Perintah untuk membaca Alquran kita temukan bertebaran di dalam Alquran sendiri, di antaranya ayat berikut ini:
Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.(QS. Al-Muzzammil: 20)

Selain ayat Quran juga banyak hadits nabawi yang menganjukan kita untuk membaca Alquran, tanpa menekankan pentingnya kita mengerti maknanya.

1. Orang yang Baca Alquran dengan Yang Tidak Baca Berbeda

Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Alquran dengan yang tidak membaca Alquran.
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Alquran atau tidak membacasudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Alquran.

2. Bersama Malaikat
Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat.

Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” (HR Bukhari Muslim)
Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.

Lihat Juga :  Syiar Islam Rajabiah FUI Sumsel Gelar Khitan Massal Peduli Kaum Dhuafa

3. Bacaan Quran adalah Syafaat
Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti.
Dari Abu Umamah Al-Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, “Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)

4. Diberi Pahala per Huruf
Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Alquran ketika Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” (HR At Tirmidzi dan berkata, “Hadits hasan shahih).

Betul-betul disebutkan bahwa membaca Alquran itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.
Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Alquran tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca.

Berikut biodata Ustadz Najamuddin Siddiq

Pendidikan Terakhir:
a. Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 1983
b. Pesantren Al-Qur’an Masjid Pd. Benda, Bekasi Riwayat
Pekerjaan:
a. Penelitian Departemen Agama 1986-1996
b. Penelitian LIPI 1988-1996
c. Dosen Ilmu Al-Qur’an IIQ Jakarta 1986-1996
d. Dosen Universitas Borobudur 1996-1999
e. Dosen Perbanas 1985-2000
f. Pembina Haji 1990-sekarang
g. Ketua Yayasan Pesantren Yatim, Khazanah Kebajikan 1992-sekarang
Riwayat Dakwah Nasional:
a. Regional Sumatera Selatan 1975-sekarang
b. Regional DKI Jakarta 1983-sekarang
c. Regional Aceh 1999-2000
d. Regional Kalimantan Barat 2003-sekarang
e. Regional Makassar 2005-2009
Riwayat Dakwah Internasional:
a. Kuala Lumpur, Malaysia 2007
b. Kuching, Malaysia 2009
c. Singapura 2000
d. 9 States, Amerika Serikat Oktober-Nopember 2009
e. 14 States, Amerika Serikat April-Mei 2010, January 2011
f. 3 States, Canada April 2010, January 2011
g. London dan Amsterdam September 2011
Buku / Karangan Dalam dua bahasa, Indonesia-Inggris:
a. Doa-doa Qur’an
b. Cara Melaksanakan Shalat Malam
c. Keluarga Sakinah
d. Manfaat Zakat, Infaq, dan Shodaqoh
e. 114 Kemuliaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh
f. 92 Ancaman Allah Terhadap Orang yang Tidak Zakat, Infaq, dan Shodaqoh
g. My Prayer
h. 15 Proyek Syaithon untuk Menggoda Manusia
i. 42 Keuntungan Zakat Infaq Sedekah serta Kecelakaan Bagi Yang Tidak Melakukannya. Sumber Pengajian Al Ikhlas London/Uloom.id.

Penulis : Aspani Yasland

Close
Close