SYARIAT

Kesalehan Sosial Ciri Orang yang Bertakwa, Terutama Peduli Karib Kerabat

ASSAJIDIN.COM — Takwa menjadi cita cita umat muslim, karena itulah yang diinginkan Allah kepada manusia di muka bumi.

Perintah takwa dalam bentuk jamak, Ittaquu , diulang 69 kali dalam Alquran. Posis pertama ditempati oleh surah Albaqarah (2) sebagai surah yang paling terbanyak menyebut bentuk ini, total 13 kali. Kedua, surah Al Maidah (5) sebanyak 12 kali, dan ketiga surah As Syu’ara (26) sebanyak 10 kali. Artinya didominasi oleh surah Madaniyyah yang memberikan pesan agar orang-orang muslim madinah selalu meningkatkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT dan merapatkan barisan agar tidak mudah digoyahkan oleh musuh islam.

Sebaliknya pemakaian bentuk perintah takwa secara pribadi tidak sebanyak  takwa secara jamak. Ini mengesankan bahwa ketakwaan tercapai secara maksimal bila seseorang tidak bersikap individual. Dengan kata lain, seorang muslim harus mempunyai keshalihan sosial dan saling berwasiat dalam kebaikan dan kesabaran.

Lihat Juga :  Jangan Berlebih-lebihan dalam Mengerjakan Ketidakbenaran

Salah satu ciri takwa  adalah peduli dengan kesulitan saudara terdekat. Hal tersebut sebagaimana disampaikan H Hafidz Hasyim dosen di Institut Agama Islam Negeri Jember.

Banyak indikator bahwa seorang Muslim telah menjadi muttaqin atau orang bertakwa. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni surat al-Baqarah ayat 177. Bahwa ciri orang yang bertakwa adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, para malaikat, sejumlah kitab, termasuk para nabi. “Juga memberikan harta yang dicinta kepada kerabatnya,” kata Ustadz Hafidz.

Ayat ini memberikan pesan bahwa memiliki kepedulian kepada penderitaan sesama seharusnya lebih memprioritaskan kerabat terdekat, lanjutnya.

Karenanya, alumnus pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini kurang sependapat dengan penggalangan dana untuk kawasan yang lumayan jauh, bahkan hingga ke luar negeri. “Karena masih banyak kerabat sekitar yang layak dibantu, mengapa harus memikirkan mereka yang jauh?” sergahnya.

Lihat Juga :  Bolehkah Dana Zakat untuk Dakwah?

Dirinya mengingatkan bahwa mengentaskan kebutuhan saudara dari mulai adik, keponakan dan kerabat yang lain ternyata lebih dianjurkan dari kalangan lain. “Baru setelah itu perhatian diberikan kepada anak yatim, miskin, musafir dan mereka yang meminta-minta,” ungkapnya.

Pada ayat berikutnya disebutkan bahwa ciri mereka yang takwa adalah memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. “Juga orang-orang yang menepati janji, dan kalangan yang sabar saat terhimpit persoalan, penderitaan dan kala peperangan,” jelasnya. Mereka disebut memiliki iman yang benar serta kalangan bertakwa yang sesungguhnya. Karena itu tidak ada pilihan bagi kaum Muslimin selain meningkatkan kadar ketakwaannya. (*/Sumber: nu online)

Tags
Close