MUSLIMAH

Kaum Muslimah… Jangan Takut Melahirkan Anak

 

Oleh: Aminuddin – Jurnalis

SEORANG ibu hamil dan bersalin juga dikatakan Rasulullah SAW akan mendapatkan pahala 70 tahun salat dan puasa. Selain itu, setiap rasa sakit dalam setiap urat sarafnya, akan digantikan oleh Allah SWT dengan mengaruniakan 1 pahala haji.

 

Saudara-saudaraku semuanya …

KITA sering dan boleh jadi pernah men dengar istilah Tokophobia. Istilah ini dimaknai sebagai fobia yang membuat wanita takut hamil dan melahirkan.

Tokophobia terbagi menjadi dua jenis, yaitu tokophobia primer dan tokophobia sekunder.

Tokophobia primer adalah rasa takut tidak wajar terhadap kehamilan dan persalinan yang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil atau melahirkan sama sekali.

Fobia ini biasanya muncul saat usia remaja, tetapi bisa juga dialami oleh wanita dewasa yang telah menikah.

Tokophobia primer bisa terjadi pada wanita yang pernah mengalami pengalaman buruk atau kejadian traumatis di masa lalu, misalnya akibat pelecehan seksual atau pemerkosaan.

Kondisi ini juga bisa terjadi karena pernah melihat proses persalinan yang mengalami penyulit, misalnya perdarahan setelah melahirkan.

Sedangkan tokophobia sekunder adalah fobia terhadap kehamilan atau persalinan yang dialami oleh wanita yang sudah pernah melahirkan.
Rasa takut hamil atau melahirkan ini biasanya muncul akibat pengalaman melahirkan yang traumatis, seperti keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal (stillbirth), sehingga mereka takut untuk hamil dan melahirkan lagi.
Terkadang, gejala PTSD (post-traumatic stress disorder) yang dialami oleh wanita setelah melahirkan bisa menjadi salah satu pertanda tokophobia. Tak jarang pula tokophobia disalahartikan sebagai depresi pascamelahirkan karena gejalanya memang bisa mirip.

Wanita yang memiliki tokophobia akan merasa takut, cemas, dan cenderung menghindari pikiran atau topik pembicaraan yang berhubungan dengan kehamilan dan proses melahirkan.

Ketika melihat orang hamil atau melahirkan, atau bahkan sekadar memikirkan kedua hal tersebut, penderita tokophobia dapat mengalami:

Cemas dan gelisah
Dada berbedar-debar
Serangan panik
Sulit tidur
Mimpi buruk
Depresi

Karena sulit mengendalikan perasaan takutnya, tidak sedikit wanita yang menderita tokophobia memutuskan untuk tidak mau hamil, walaupun ia atau pasangannya mungkin saja sebetulnya ingin memiliki momongan.

Bahkan, sebagian penderita tokophobia akan menggunakan segala cara untuk tidak hamil dan melahirkan, mulai dari tidak berhubungan seksual hingga melakukan aborsi.

Jika terlanjur hamil dan akan bersalin, penderita tokophobia mungkin akan lebih memilih melahirkan dengan operasi caesar.

Jika tokophobia tidak ditangani, wanita yang memiliki fobia kehamilan bisa mengalami masalah dalam menjalin hubungan dengan pasangan, terlebih jika pasangannya ingin memiliki anak.

Selain itu, wanita yang menderita tokophobia juga rentan mengalami depresi saat hamil dan depresi pascamelahirkan.

Saudara-saudaraku semuanya …

Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi dan mengurangi rasa takut saat melahirkan:

1. Cari tahu sumber rasa takut
Salah satu cara yang bisa Bumil lakukan untuk mengurangi rasa takut melahirkan adalah mencari tahu sumber rasa takut tersebut.

Rasa takut melahirkan bisa muncul karena trauma masa lalu yang berkaitan dengan kehamilan atau persalinan. Rasa takut juga bisa berakar dari depresi atau gangguan ke cemasan yang sudah dialami oleh ibu hamil sebelum kehamilan.

Untuk mencari tahu alasan munculnya rasa takut, Bumil bisa menuliskan semua perasaan Bumil di buku harian. Selain itu, Bumil juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk menggali lebih dalam sumber rasa takut yang Bumil alami, terutama bila Bumil memang memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan sebelumnya.

2. Lakukan teknik relaksasi
Melakukan teknik relaksasi, misalnya dengan meditasi, bisa mengurangi rasa takut melahirkan, sehingga Bumil bisa merasa lebih tenang mendekati waktu persalinan.

Salah satu cara yang paling mudah untuk melakukan meditasi adalah dengan meme jamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.

Fokuskan perhatian Bumil pada proses masuk dan keluarnya udara saat bernapas, sambil mengosongkan pikiran.

3. Bicarakan dengan pasangan
Sebagian ibu hamil enggan untuk menceritakan rasa takut melahirkan yang dialaminya kepada siapa pun, termasuk kepada pasangannya maupun dokter. Padahal, mengungkapkan rasa takut bisa membantu mengurangi kecemasan.

Dengan Bumil bercerita, pasangan jadi tahu mengenai ketakutan yang Bumil rasakan dan bisa membantu mencari jawaban atas rasa takut tersebut. Dokter juga dapat memberikan informasi yang benar untuk mengurangi kekhawatiran Bumil.

4. Ikuti kelas persalinan
Mengikuti kelas persalinan bisa membantu Bumil untuk mengurangi rasa takut melahirkan. Melalui kelas persalinan, Bumil akan dilatih untuk mengendalikan rasa sakit ketika bersalin dan diberi tahu mengenai pilihan metode persalinan yang bisa Bumil jalani.

Lihat Juga :  Lantunan Adzan Runtuhkan Kerasnya Hati Pilot Cantik, Alexander Putuskan Masuk Islam...!

5. Bawa barang-barang yang bisa membuat Bumil nyaman saat melahirkan
Masuk ruang bersalin bisa membuat Bumil tambah takut dan tegang. Padahal, jika Bumil tegang, proses persalinan bisa makin lama.

Nah, agar bisa rileks menjelang persalinan, bawalah barang-barang yang bisa membuat Bumil nyaman, seperti bantal dan selimut kesayangan Bumil, tasbih, atau pemutar musik portable.

Rasa takut merupakan hal yang umum dirasakan ibu hamil sebelum melahirkan. Walaupun begitu, ketakutan ini perlu diatasi agar proses persalinan yang lancar.

Saudara-saudaraku yang tercinta …

Berikut ini amalan ibu hamil menurut islam yang bisa Moms lakukan untuk kebaikan calon anaknya kelak.

1. Banyak Berdoa dan Berdzikir
Amalan ibu hamil yang pertama adalah banyak berdoa dan berdzikir. Saat mengetahui kehamilan, hal pertama yang biasanya dilakukan adalah bersyukur kemudian berdoa. Setiap calon orang tua selalu mempunyai harapan besar terhadap anak-anaknya.

Dzikir yang lebih sering dilakukan dimaksudkan sebagai salah satu bentuk syukur karena telah diberikan kepercayaan janin di dalam rahim. Berzikir akan menjadi amalan ibu hamil yang sangat baik dilakukan selama kehamilan.

Salah satu doa yang patut dipanjatkan adalah doa agar Si Kecil tumbuh menjadi hamba yang salih dan salihah.

Hal ini pun dijelaskan dalam Alquran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.” (QS. Al-Imran: 35-36)

2. Mengerjakan Shalat Wajib dan Memperbanyak Shalat Sunah

Amalan ibu hamil yang selanjutnya adalah mengerjakan shalat wajib dan memperbanyak shalat sunah.

Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Menjadi pribadi yang taat pastinya menjadi keinginan bagi setiap orang tua untuk anak-anaknya.

Orang tua harus menjadi teladan untuk anaknya. Tidak ada salahnya untuk memperkenalkannya bahkan saat masih berada dalam rahim.

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim : 40)

Saat shalat, amalan ibu hamil untuk menggenapinya adalah beristighfar. Ibu hamil yang sedang sensitif bisa membuat Moms tidak bisa mengontrol emosi. Istighfar akan memperbaikinya.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

3. Puasa Senin dan Kamis
Amalan ibu hamil selanjutnya adalah melaksanakan puasa Senin dan Kamis. Puasa Senin dan Kamis yang dilakukan secara rutin akan melatih calon anak sejak dalam rahim untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslim, yakni melaksanakan puasa.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi)

Jika masih ada Moms yang khawatir saat harus berpuasa, ada beberapa alasan medis yang bisa meyakinkan. Ada sejumlah penelitian seputar puasa teratur, karena dapat membantu:

Mengurangi peradangan dalam tubuh, menurut penelitian di National Center of Biotechnology Information (NCBI) .
Menurunkan gula darah dan tekanan darah.
Menurunkan kadar kolesterol
Menurunkan faktor risiko untuk hal-hal seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan beberapa kanker.
Sebuah studi yang lebih baru, dari National Institute of Health (NIH) memiliki kesimpulan bahwa puasa Ramadan tidak memengaruhi berat lahir bayi. Selain itu, tidak ada hubungan dengan puasa dan kelahiran prematur.

Sama seperti pada penelitian sebelumnya, para peneliti menyimpulkan bahwa diperlukan lebih banyak studi tentang puasa dan dampak buruknya terhadap kesehatan.

Meski begitu, jika Moms rutin berpuasa sebelum hamil dan ingin mencoba berpuasa saat hamil, konsultasikan hal tersebut kepada dokter.

4. Perbanyak Membaca Al-Quran
Amalan ibu hamil berikutnya adalah per banyak membaca Al-Quran. Saat membaca Al-Quran, selain membuat hati tenang, saat melakukannya sebagai salah satu amalan bagi ibu hamil untuk membiasakan anak dengan lantunan ayat suci.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir : 29-30).

Apalagi saat berusia 26 minggu, diperkirakan janin sudah bisa mendengar dan merespons suara yang diperdengarkan padanya. Meskipun janin belum paham, tapi pembiasaan akan tertanam dalam memorinya.

Lihat Juga :  Mengais Rezeki dari Tali Mehwa, Fauziah Mampu Sekolahkan Anak

Bahkan, rekaman memori yang diambil saat berada dalam rahim mengungkapkan bahwa suara di luar rahim diredam sekitar setengahnya, dilansir Longdom.Org

Hal ini juga diperkuat dengan sebuah penelitian dalam Proceedings National Academy of Sciences, yang menunjukkan bahwa bayi mendengar apa yang dikatakan ibunya dan mengenali kata-kata tersebut setelah lahir.

5. Makan dan Minum yang Baik
8 Amalan Ibu Hamil -5

Amalan ibu hamil yang selanjutnya adalah makan dan minum yang baik. Nutrisi yang baik selama kehamilan akan menunjang tumbuh kembang bayi yang optimal. Ini akan bertambah baik jika mengkonsumsi makanan dan minuman yang sewajarnya dan terjamin kehalalannya.

Dalah salah satu ayat Allah berfirman: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah : 168)

Salah satu makanan yang baik dikonsumsi selama kehamilan adalah kurma. Buah khas Timur Tengah ini memiliki banyak manfaat dan sarat nutrisi.

Salah satunya karena kurma merupakan sumber fruktosa alami yang baik. Amalan ibu hamil satu ini dipercaya dapat memberi energi untuk melawan kelelahan selama kehamilan.

Kurma juga mengandung serat untuk menjaga sistem pencernaan, salah satunya agar tidak terjadi sembelit. Dan yang paling penting, kurma merupakan sumber folat yang sangat bermanfaat untuk janin.

Selain itu, kurma mengandung banyak zat besi, vitamin K, kalium, serta mineral elektrolit yang membantu menjaga pembuluh darah tetap rileks dan menurunkan tekanan darah, dilansir Healthline.

6. Jangan Bermalas-Malasan
8 Amalan Ibu Hamil -6

Menjadikan kelelahan sebagai alasan untuk bermalas-malasan saat hamil adalah hal yang akan merugikan. Selain badan jadi lemas, juga membuat nafsu makan berkurang.

Amalan ibu hamil lainnya yang juga bermanfaat adalah dengan melakukan aktivitas sehari-hari yang masuk dalam kategori aman. Hal ini akan membantu Moms untuk mendapatkan proses persalinan yang lancar.

Dengan beraktivitas sewajarnya, badan akan bergerak sehingga tidak terjadi rasa nyeri di badan yang berlebihan. Moms juga akan merasa segar dan bugar, sehingga mood akan tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, bermalas-malasan juga perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. “Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas.” (QS. At Taubah : 54).

Pertimbangkan beberapa manfaat ini untuk tetap aktif selama kehamilan:

Merasa nyaman saat tubuh mulai berubah.
Menambah stamina dan kekuatan.
Mengurangi sakit kaki dan punggung, sembelit, bengkak, dan kembung.
Melancarkan sirkulasi darah dan membantu mencegah varises.
Membantu postur dan keseimbangan yang sangat penting saat pusat gravitasi bergeser.
Tidur lebih baik.
Mengelolas stress dengan baik.
Mengurangi risiko preeklampsia dan diabetes gestasional.
Mempersiapkan tubuh untuk persalinan agar dapat melahirkan dengan lancar.
Menurut Physical Activity Guidelines for Americans, perempuan sehat yang sedang hamil tanpa komplikasi harus melakukan setidaknya 2 jam dan 30 menit (150 menit) aktivitas aerobik intensitas sedang selama satu minggu.

7. Menjaga Perasaan Bahagia
8 Amalan Ibu Hamil -7

Amalan ibu hamil yang selanjutnya adalah menjaga perasaan bahagia. Saat hamil, menjaga perasaan bahagia terhitung mudah diucapkan namun sulit dilakukan.

Jika Moms terlalu memikirkan masalah pekerjaan atau malah terlalu memperhatikan kehamilan hingga ketakutan akan melahirkan, itu akan membuat stres.

Saat Moms stres, janin pun akan ikut merasakannya. Jadi, hal ini akan mempengaruhi perkembangan janin pada kandungan. Sebaiknya, Moms melakukan aktivitas yang sewajarnya saja dan tidak berlebihan.

Makan makanan yang diinginkan, atau lakukan hobi yang bermanfaat seperti membaca buku akan menjauhkan Moms dari over thinking.

Dengan membaca buku, selain menambah ilmu, hal ini juga akan membuat mood juga terjaga dengan baik.

8. Memeriksakan Kesehatan Secara Teratur
8 AMalan Ibu Hamil -8

Ini merupakan upaya logis dan sunnatullah yang mesti dilakukan. Tidak sekadar mengandalkan tawakal setelah dzikir dan doa, tetapi memeriksakan diri secara teratur harus dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan bayi.

Larangan dan anjuran yang sifatnya medis hendaknya diperhatikan. Hal tersebut akan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi.

Dokter dengan segala pengetahuannya akan membantu Moms mendapatkan kondisi kesehatan yang baik selama hamil hingga melahirkan. Ini termasuk amalan ibu hamil yang harus dilakukan sebagai tanda syukur dengan menjaga kesehatan.

Jangan sampai ibu hamil lebih percaya dengan tahayul dan khurafat. Selain akan mengganggu aqidah, hal tersebut juga akan berakibat tidak baik bagi kesehatan.

Wallahu a’lam bishshawab . (*)

Tags
Close
Close