HAJI & UMROH

Kabar Gembira Bagi Penyelanggara Umroh dan Calon Jemaah

 

“Kita masih menunggu pengumuman dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, negara mana saja yang boleh masuk. Semoga Indonesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah. Peluang itu cukup terbuka, mengingat sejak 15 September lalu, penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah sudah diizinkan sebanyak tiga kali per hari”

 

AsSAJIDIN.COM — Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali M.Ag memberikan pembinaan kepada Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumsel di RM Sri Melayu Palembang, Jumat (9/10). Dalam kesempatan tersebut, Nizar optimis dalam waktu dekat Indonesia akan kembali bisa memberangkatkan jamaah umrah.

Menurut Nizar, Saudi memang telah memberikan izin penyelenggaraan umrah secara bertahap. Ada tiga tahap yang direncanakan. Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Saudi (mukimin) menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020. Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yakni 6.000 jemaah umrah per hari. “Alhamdulillah tanggal 4 Oktober kemarin sudah bisa dilaksanakan sesuai rencana. Umrah berjalan sangat baik dan rapi, sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Nizar.

Lihat Juga :  Gangguan Pernapasan Diprediksi Jadi Masalah Kesehatan Utama Jemaah Haji

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan shalat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan ekspatriat mulai 18 Oktober 2020. Jumlahnya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15.000 jemaah umrah per hari dan 40.000 jemaah shalat per hari.

“Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan shalat bagi warga Saudi, ekspatriat dan warga dari luar kerajaan. Rencananya, mekanisme ini akan dimulai pada 1 November 2020. Pada tahap tersebut, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100 persen sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20.000 jemaah umrah per hari dan 60.000 jemaah shalat per hari. Kita masih menunggu pengumuman dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, negara mana saja yang boleh masuk. Semoga Indonesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah. Peluang itu cukup terbuka, mengingat sejak 15 September lalu, penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah sudah diizinkan sebanyak tiga kali per hari,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumsel H. Ismail Umar mengaku sangat senang bisa bersilaturahim dengan Dirjen PHU dan warga Kemenag. Menurut Ismail, KBIHU di Sumsel berjumlah lebih kurang 51 dan rata-rata pembimbingnya sudah disertifikasi.

Lihat Juga :  Jamaah Korban First Travel Senang Lelang Aset Ditunda, Berharap Uang Masih Bisa Kembali

“Kita sudah bekerjasama dengan UIN dan Kemenag Sumsel untuk melaksanakan kegiatan sertifikasi pembimbing ibadah. Kerjasama ini akan terus dilanjutkan dan akan kita perluas sampai ke daerah,” janji Ismail.
Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menambahkan, Kemenag dan KBIHU merupakan mitra penting. Karenanya, selagi ada kesempatan, Kemenag dan KBIHU harus saling membantu dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat.

“Mari kita jalankan tugas dan peran kita masing-masing dengan sebaik mungkin. Mari saling tolong, saling bantu. Jangan cemari citra dan marwah kita dengan melakukan hal-hal yang kurang etis. Insya Allah, Allah SWT berikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Mari terus bersinergi dan bekerjasama agar kualitas pelayanan terhadap masyarakat, terutama terkait ibadah haji dan umrah semakin meningkat,” tutur Mukhlisuddin. (*/Sumber: rilis kemenag sumsel)

Tags
Close