HAJI & UMROH

JCH di Sembilan Kloter Sudah di Mekkah, Kloter 7,8,9 Embarkasi Palembang Masih di Madinah

 

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM — Sebanyak 448 jamaah calon haji (JCH) Kloter 13 Embarkasi Palembang  diberangkatkan menuju Jeddah, Minggu (5/8) dinihari WIB, pukul 01.30 WIB.

Beberapa jam sebelumnya atau Sabtu malam pukul 22.30 WIB, mereka dilepas Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi di Aula Asrama Haji Palembang.

Ditemui jelang pelepasan, Kakanwil menjelaskan bahwa saat ini jamaah Embarkasi Palembang yang sudah berada di Tanah Suci atau hingga kloter 12 berjumlah 5.377 jamaah, dengan rincian Sumsel 4.250 orang, Babel 1.067 orang, dan petugas kloter sebanyak 60 orang.

Jamaah yang masuk kategori resiko tinggi berjumlah 4.081 jamaah atau lebih dari 75 persen. Posisi jamaah saat ini sebagian di Mekkah dan sebagian masih di Madinah. Yang berada di Mekkah adalah Kloter 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10, 11, dan 12. Sedangkan kloter 7, 8, dan 9 masih berada di Madinah.

Lihat Juga :  Dipercaya Masyarakat, PT Lovina Tour and Travel Full Berangkatkan Jemaah Umroh hingga Desember

“Dari jamaah yang sudah berada di Tanah Suci, ada dua yang meninggal dunia, yakni Budi Riyati (54 tahun) asal OKU Timur yang tergabung di Kloter 3 dan Tohet Kuris (69) asal Musi Rawas yang tergabung di Kloter 5. Budi Riyati meninggal di Masjid Nabawi pada Rabu (1/8) siang dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah. Sedangkan Tohet Kuris meninggal di Rumah Sakit King Fahd Madinah pada Kamis (2/8) malam WAS, dan juga dimakamkan di Pemakaman Baqi,” jelas Fajri.

Humas PPIH Embarkasi Palembang H. Saefudin menambahkan, Kloter 13 yang berangkat dinihari nanti merupakan gabungan jamaah Palembang dan Ogan Ilir. Jamaah termuda tercatat atas nama Rizky Hayati Suwardi (22 tahun) asal Ogan Ilir, sementara jamaah tertua tercatat atas nama Burhani Beri Asir (86 tahun) asal Ogan Ilir dan Yetemi Kenyo Kobir (86 tahun) asal Palembang.

Lihat Juga :  Kloter Terakhir Embarkasi Palembang Diberangkatkan, Ada 3 Jemaah Gagal Berangkat

“Untuk jamaah uzur yang mesti dibantu dengan kursi roda ada 10 orang, sedangkan jamaah yang masuk kategori resiko tinggi berjumlah 362 orang. Risti Usia 25 orang, Risti Penyakit 175 orang, dan Risti Penyakit plus Usia 162 orang,” jelas Saefudin.(*)

Penulis: Wilda/Relis Kemenag

Close
Close