INTERNASIONAL

Jangan Menganiaya Diri Apalagi Sampai Bunuh Diri, Atasi Depresi dengan Cara Ini…

Oleh aminuddin

KITA dikejutkan dengan tewasnya model cantik berbakat Novi Amelia yang bernama asli Linda Astuti.

Dia tewas bukan dibunuh tetapi karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai delapan Tower Raflesia di komplek apartemen Kalibata City, Rabu (16/2/2022) lalu.

Wahai saudara-saudaraku..

Belajar dari kepergian Novi Amelia, mari kita mengetahui penyebab dan ciri seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri agar tidak ter jadi kasus serupa di sekitar kita.

Cenderung Meningkat
Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr Indria Laksmi Gamayanti MSi mengatakan, perco baan bunuh diri memang cenderu ng meningkat dalam situasi pandemi ini karena banyak penyebab atau pemicunya.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keinginan kuat untuk melakukan bunuh diri, yakni:

1. Kesepian

2. Merasa tidak dibutuhkan atau tidak berguna

3. Lelah dengan kehidupan

4. Putus asa

5. Tidak ada yang mendukung atau merasa tidak ada yang peduli

6. Merasa dijauhi teman atau kerabat

7. Perasaan tertekan

Selain beberapa penyebab bunuh diri di atas, ada juga hal-hal yang bisa membuat risiko bunuh diri semakin berat.

Pertama adalah perlakuan yang diskriminatif, judgemental, dan menyakitkan.

Kedua, tulisan atau cerita tentang bunuh diri yang tidak berat.

Ketiga, stigma terkait kesehatan mental, penyalahgunaan zat atau perilaku bunuh diri yang mencegah seseorang mencari bantuan.

Keempat, anggapan bahwa pembicaraan pencegahan bunuh diri adalah tabu.

Ciri-ciri

Dilansir dari Division of Child and Adolescent Psychiatry Columbia University, berikut adalah ciri-ciri orang yang berisiko bunuh diri.

1. Berbicara atau membuat rencana mengenai bunuh diri

Waspada jika ada orang terdekat Anda yang mengatakan, “semuanya akan lebih baik kalau aku mati” atau “aku seharusnya mati saja”. Ini merupakan tanda bahwa orang itu berpotensi bunuh diri.

Tanda lain yang mendukung adalah ia mencari tahu mengenai bunuh diri di internet. Orang tersebut juga mungkin menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan bunuh diri, seperti menyimpan pisau dan tali atau mencari tempat berbahaya se perti rel kereta dan atap gedung.

Selain itu, orang yang berisiko bunuh diri biasanya menitipkan barang-barang berharganya, seperti komputer, dan benda kesayangannya.

Lihat Juga :  One Day One Ayat : Siksa Pedih Bagi Orang yang Bunuh Diri

Ia juga mungkin mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga dan teman terdekatnya, atau menulis surat bunuh diri.

2. Mengekspresikan rasa putus asa
Ciri lain orang yang berpotensi melakukan bunuh diri adalah orang yang merasa tidak punya harapan di masa depan. Contohnya, ia berkata “tidak ada hal baik untukku” atau kalimat sejenis itu.

Selain itu, ia juga kehilangan semangat untuk menjalani hari-harinya dan tidak berminat untuk merencanakan masa depan, misalnya tidak semangat belajar di kelas atau tidak berminat mencari kerja.

Orang ini juga mungkin menunjukkan rasa tidak suka pada hal-hal yang biasanya menjadi kesukaannya atau menarik perhatiannya. Misalnya, murid yang selalu mendapat nilai bagus, lalu tiba-tiba tidak bersemangat untuk mempersiapkan ujiannya.

3. Depresi berat
Bunuh diri erat kaitannya dengan kesehatan mental. Biasanya, orang yang berisiko bunuh diri akan menunjukkan emosi yang meledak-ledak seperti sering menangis, panik, dan mudah marah.

Ia juga akan menunjukkan depresi dan kesedihan yang mendalam akan apa yang dia rasakan.

Selain itu, ia juga cenderung melukai dirinya sendiri, seperti mengiris atau membakar bagian tubuhnya sendiri.

Walaupun tidak semua orang yang depresi dan perilaku melukai diri sendiri berujung bunuh diri, namun ini meningkatkan risiko seseorang melakukan bunuh diri.

4. Memiliki riwayat percobaan bunuh diri

Jika seseorang pernah melakukan percobaan bunuh diri, maka ia mungkin akan melakukannya lagi di kemudian hari.

5. Menunjukkan perilaku sosial yang mengganggu dan mengkhawatirkan
Orang yang mengalami perubahan signifikan pada emosi dan perilakunya bisa jadi merupakan tanda bunuh diri, misalnya menjadi mudah marah atau sering marah tiba-tiba tanpa sebab, menghindari dari kehidupan sosial, atau pola tidurnya berubah.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda. Anda bisa simak situs web Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

Dilarang Keras

Saudara-saudaraku..

Bunuh diri dalam Islam sangat dilarang. Sejumlah hadis juga telah menjelaskan dosa pelaku bunuh diri. …

Dosa orang yang melakukan bunuh diri bahkan lebih besar dibanding kan dengan membunuh.

Hal ini dapat kita pahami dari kete rangan dalam kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah.

Mengutip jurnal berjudul “Kontribusi Penyuluh Agama dalam Meminimalisasi Bunuh Diri,” karya Moh Rosyid, dilarangnya bunuh diri karena sejumlah faktor yaitu yang pertama, mendahului kehendak Allah ﷻ (dalam hal kematian).
Kedua, menandakan kita tidak siap menerima realitas dan dinamika kehidupan yang menimpa.

Lihat Juga :  Bunuh Diri Itu akan Menetap Di Neraka

Ketiga, menandakan ketidaksiapsiagaan menyongsong masa depan yang tidak lekang dari tantangan dan halangan-rintangan.

Selain bunuh diri merupakan perbu atan yang dilarang, orang yang membunuh dirinya sendiri dengan menggunakan suatu benda atau cara, kelak di hari kiamat akan dihu kum dengan benda atau cara ter sebut di dalam neraka.

Sesuai dengan sabda Nabi SAW :

“Barangsiapa yang bersumpah dusta atas nama agama selain Islam, maka dia seperti apa yang diucapkannya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengan benda tersebut di neraka jahannam. Melaknat seorang mukmin sama seperti membunuhnya. Barang siapa yang menuduh seorang mukmin sebagai kafir maka dia seperti telah membunuhnya.” [HR Al Bukhari (6105) dan Muslim (110)]

Cara Mengatasi

Saudara saudaraku semuanya…

Ada beberapa cara mengatasi depresi dalam Islam.

1. Meneguhkan keyakinan bahwa hanya Allah lah yang berkuasa memberi penyakit, cobaan/ujian dan Allah pula lah yang akan menyembuhkannya, menghapus cobaan tersebut.

2. Memohon pertolongan dari Allah melalui shalat dan berlaku sabar.

3. Selalu berdoa demi pemulihan kesehatan mentalnya.

Dalam keadaan tertentu, seseorang dapat mengalami tekanan. Baik karena pekerjaan, berselisih dengan orang lain, atau masalah-masalah lainnya yang cukup mengganggu pikiran.

Pada batas tertentu, depresi karena tekanan tersebut dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesabaran. Ini dapat berdampak pada kondisi psikologis seseorang.

Saat kita berada dalam kondisi seperti ini, dianjurkan untuk terus mengingat Allah SWT.

Juga dapat dengan membaca doa di ba wah ini yang termuat dalam Al-Quran surat Ar Rad, ayat 28.
“Alladziina aamanuu watathmainnu quluubuhum bi dzikrillaahi alaa bi dzikrillaahi tathmainnul quluubu.”

Artinya:
” (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Wallaahu a’lam bishshawab

__

Sumber literasi :

1. Kompas. com
2. Kendati. Telisik. ID
3. Mui. or. id
4. Merdeka. com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Also Read
Close
Back to top button