MOZAIK ISLAM

Jangan Berprasangka Buruk kepada Allah SWT, Sebuah Kisah Nabi Daud AS dan Perempuan Tua

AsSAJIDIN.COM — Seorang wanita tua datang kepada Nabi Daud as dan mengadu : Wahai NabiAllah, apakah Tuhanmu dholim atau adil?

Berkata Daud as; “Celaka engkau wahai wanita, Dia Maha Adil tak ada yang menandinginya. Apa maksudmu berkata demikian?”

Wanita itu berkata; ” Aku seorang janda dan memiliki 3 anak perempuan, dan aku yang menafkahinya dengan menyulam (bordir) benang di atas kain dan menjualnya ke pasar.

Kemarin ketika aku sedang menyulam di kain warna merah dan hampir selesai, tiba-tiba datang seekor burung yang merebut kain berikut benangnya yang siap aku jual ke pasar. Maka aku bersedih karen tidak punya sesuatu yangg bisa aku jual untuk aku belikan sesuatu bagi anak-anakku.

Di tengah-tengah percakapan Nabi Daud dengan wanita itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Nabi Daud, maka dipersilahkan masuk, dan ternyata 10 orang saudagar kaya masing-masing membawa 100 dinar dan diberikan kepada Nabi Daud seraya berkata : “Yaa NabiAllah, berikan harta ini kepada yang berhak menerimanya.

Lihat Juga :  Berbuat Baik yang seperti Apa Bernilai di Mata Allah SWT? Cek di sini dengan Konsep 5W1H

Nabi Daud as tidak langsung menerima harta tersebut tapi malah bertanya; ” Apa yang menyebabkan kalian bawa harta ini kepadaku? Maka diceritakan oleh mereka ; Yaa Nabi Allah, kami bersama sedang naik perahu, kebetukan datang angin kencang dan badai yang menggoncangkan perahu kami, setelah reda ternyata perahu kami berlubang sehingga air laut masuk ke dalam perahu kami. Kami ketakutan dan bernazar pada Allah, jika kami selamat dari karam, maka setiap kami akan bersedekah 100 dinar. Tak lama setelah ikrar kami itu, datanglah seekor burung membawa kain warna merah dengan sulaman yang indah tapi belum selesai berikut benangnya. Kain tersebut dilemparkan pada kami, maka segeralah kami ambil dan kami sumbatkan pada lubang di perahu kami, dan selamatlah kami dari karam yang akan menimpa perahu kami jika tidak kami sumbat oleh kain tersebut. Terimalah harta ini dan bagikan pada yang berhak.

Lihat Juga :  Enam Poin Penting Panduan MUI Terkait Takbiran Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19

Kemudian Nabi Daud AS berpaling pada wanita itu dan berkata: Tuhan telah berdagang denganmu di daratan maupun di lautan, janganlah berprasangka buruk pada Nya. Terimalah 1000 dinar ini dan belanjakanlah untuk putri-putrimu.

Satu pelajaran buat kita. Jangan pernah berburuk sangka pada Allah. Sungguh Allah lebih menyayangi kita lebih dari ibu kita menyayangi kita.

Semoga kisah ini mebawa manfaat untuk kita semuanya.¬†Aamiin…

Tags
Close
Close