HAJI & UMROH

Jaga Keikhlasan Hati Setelah Ibadah Haji dan Umroh

ASSAJIDIN.COM  — Menjalankan Ibadah haji dan umroh merupakan sunnah yang dapat dilakukan oleh kaum muslim dan muslimah jika mampu.

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan jaga keikhlasan bagi kamu yang telah selesai menjalankan ibadah haji dan umroh. Termasuk Ikhlas adalah menjaga lisan, tidak menyebut-nyebut (Riya).

“Seperti jika ada yang bertanya ‘saya sudah haji’ ‘saya sudah haji’, ‘saya sudah umroh 7 kali’. Tidak ada yang tanya tapi menceritakan sendiri,”katanya.

Sebagian ulama menyatakan ada pembatas antara yang ikhlas dengan tidak ikhlas itu. Kalau orang ikhlas, dia tidak akan cerita kecuali di tanya. Tapi kalau ada orang tidak yanya pun ia cerita maka itu sudah jelas-jelas Riya, sengaja ingin pujian orang.

Lihat Juga :  Tahun ini Wukuf di Arafah Berbeda dengan Penanggalan di Tanah Air, Bagaimana Sikap Kita?

“Ingatlah bahwa pujian orang hanya sepanjang lidahnya,”katanya.

Karena setan, kata para ulama terus membawa panah-panah apinya dan berusaha menancapkan di badan orang-orang yang sudah ikhlas dalam ibadahnya.

“Supaya. Misal sudah lewat 10 tahun lalu haji dan ikhlas, setan masih bisa korek pahala itu sudah terhapus sekarang,”lanjutnya.

Kata Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam Hadist Shahih Riwayat Imam Muslim No.2965 “Allah Subhana wa Ta’allah suka sekali hamba yang suka bertakwa (patuh sama Allah) orang yang kaya atau suka berinfaq dan orang yang suka menyembunyikan amalnya”.

“Kecuali halnya di1tanya, karena dalam islam tidak boleh orang berbohong, sampai para ulama mengatakan ‘kalau engkau seandainya lapar ada yang tanya kamu lapar dan dijawab tidak maka dia telah berbohong. Dan itu tidak boleh,”katanya dalam Live Streaming Youtube Khalid Basalamah Official.(Tri jumartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button