BERITA TERKINISYARIAT

Hidup yang Dicontohkan Nabi Ibrahim : Taubat, Beramal Soleh dan Sabar

ASSAJIDIN.COM — Manusia tempatnya lalai, namun tidak mengurangi rasa cinta Allah kepada hambanya atas segala dosa yang diperbuat.

Tidak ada yang tidak diampuni asalkan meminta ikhlas bertobat, berikhtiar menunjukkan dengan cara beramal shalih. Seperti dalam kandungan surah Alfurqon ayat 70.

Menjalani Hidup didunia diisi dengan tiga perkara yaitu diisi untuk bertaubat, beramal salih, dan sabar yang tiada batas. Allah membersamai orang orang yang sabar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ustadzah Peggy Melati Sukma atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ustadzah KHadija belum lama ini di Aula Hotel Al Furqon.

Melihat kisah dari salah satu Nabi yaitu, Nabi Ibrahim merupakan imam dan pemimpin yang bisa dijadikan teladan karena patuh kepada Allah subhanawata’alla.

Lihat Juga :  Asal Mula Melaksanakan Shalat Ghaib

“Karena dia orang yang mensyukuri nikmat – nikmat Allah, ia bukan termasuk menyekutukan Allah. Allah memberikan petunjuk jalan yang lurus dan berikan kebaikan di dunia dan sesungguhnya di akhirat karena itu ia termasuk orang yang shalih,” kata mantan artis tersebut dalam kajiannya.

Nabi ibrahim yang mempunyai ayah yang tidak beriman kepada Allah, senantiasa mengajak ayahnya menuju kejalan yang benar dengan kelembutan dan berbagai cara dilakukan. Sampai pada akhirnya ia menyerahkan semuanya kepada Allah subhanawata’alla yang terdapat pada kisah di surah Mariyam ayat 41-46.

Sebagai tugas seorang hamba yang diciptakan sama Allah untuk menerima, menerima apa saja maunya Allah, tugasnya kita bertahan dan ikhtiar,
“Hasbiyallah wani’mal wakil, yakin akan ada pertolongan dari allah, apapun keburukan yang diberi misalkan mendapatkan sakit keras, tetap berhusnudzon kepada Allah karena semuanya rezeki dari Allah subhanawata’alla,” katanya.

Lihat Juga :  Hari Santri Sejatinya Apresiasi Kesalehan Nasional

Takdir Allah jika belum waktunya ga bisa dipaksakan, jika terjadi wallahualam kun fayakun. Jangan mengkhawatirkan kehidupan, yang mesti di khawatirkan yaitu jangan sampai kita keluar jalur agama , jangan sampai ibadah melorot. (*)

Penulis:tro jumartini

Tags
Close
Close