MOZAIK ISLAM

Hidup tak Lepas dari Ujian, Nyata Ditulis dalam Alquran dan Resep Agar Lulus

ASSAJIDIN.COM — Sungguh kita tidak tau diri, jika kita berharap ke Surga lantas kita ingin hidup tanpa ujian.
Allah subhanahu wa ta’ala Telah menyatakan Dalam firman-Nya :
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (coba’an) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam coba’an)…”
(QS. Al Baqarah : 214).
Allah Ta’ala Berfirman :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibi’arkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji ?”
(QS. Al Ankabut : 2).
Seseorang yang mengaku sebagai seorang beriman, bahkan mengaku diatas sunnah kemudi’an ia ingin masuk surga tanpa diuji, maka itu adalah su’atu sikap tidak tahu diri
Ketahuilah, anda hidup diatas muka bumi ini untuk diuji oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Allah Ta’ala Berfirman :
“DIA lah Allah Yang menciptakan kemati’an dan kehidupan, untuk MENGUJI kali’an, si’apa di antara kali’an yang lebih ba’ik amalnya”.
(QS. Al Mulk : 2).
Hidup adalah uji’an, semua orang akan diuji oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.
Oleh karena itu jangan pernah bermimpi hidup tanpa kesedihan.
Tidak ada orang yang hidupnya hanya senang dan tertawa terus.
Kehidupan ini adalah suka dan duka.
Allah Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam kepayahan”.
(QS. Al-balad : 4)
Hidup kita dengan kepayahan, kita lahir dengan kepayahan, kita menikah, merawat anak anak, mengurus istri, mencari nafkah dengan kepayahan. dan tidak ada istrahat kecu’ali jika kaki kita sudah masuk ke surga.
Jika telah disurga barulah kita bahagia terus, tidak ada kekhawatiran, tidak ada kesedihan dan ketakutan.
Namun selama kita masih berada diatas muka bumi ini maka hidup adalah Suka Dan Duka. Terkadang senang dan terkadang sedih.
Kita benar benar tidak tau diri kalau menginginkan hidup ini tanpa ujian.
Bukankah Allah Ta’ala ketika memberi ujian kepada kita, itu tidak lebih untuk kemaslahatan kita.
Allah ingin dengan uji’an tersebut untuk menghilangkan dosa dosa kita
Bukankah ketika Allah menguji kita, Allah ingin mengangkat derajat kita.
Lalu apakah ketika diuji, kita tidak mau menerima uji’an tersebut, Sungguh benar kita ini Tidak Tahu Diri
Oleh karenanya kehidupan ini tidak lepas dari ujian.
Ada yang diuji dengan kemiskinan.
Ada yang diuji dengan harta, jabatan dan kekuasaan.
Ada yang diuji dengan istri yang berakhlak buruk.
Ada wanita yang diuji dengan su’ami yang tidak baik.
Ada orang tua yang diuji dengan kenakalan anak anaknya.
Anak anak yang diuji dengan orangtuanya.
Ada wanita yang diuji dengan mertua yang jahat.
Ada yang diuji dengan ibunya.
Dan terlalu banyak model uji’an yang menimpa manusia.
Maka anda sebagaimana manusia-manusia yang la’in yang juga ditimpa uji’an yang beraneka ragam.
Itulah kehidupan ini penuh dengan uji’an. Maka tidak mungkin anda terhindar dari uji’an. Apalagi anda yang mengaku “BERIMAN” kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpanya semakin besar.
Demiki’anlah seorang yang semakin beriman disisi Allah Ta’ala, maka akan Allah berikan uji’an semakin besar.
Oleh karenanya, jika anda ingin hidup ini tanpa uji’an, sesungguhnya anda sedang bermimpi.
Maka bangunlah dari mimpi anda. Jadilah seorang yang realistis.
Karena si’apapun kita tidak akan terlepas dari uji’an.
Dan berpikirlah bagaimana bisa menghadapi uji’an tersebut. Dengan kesabaran, ketenangan dan menerima takdir Allah subhanahu wa ta’ala.
Jika anda mampu bersabar dan menerima takdir maka Anda akan diberikan kebahagia’an didunia sebelum diakhirat.
Wallahu a’lam. (*/Sumber: motifasi hidup/Dikutip dari ceramah Ustadz Firanda andirja dengan sedikit tambahan.)
Tags
Close
Close