KESEHATAN

Hati-hati Olah Masakan yang Malah Bisa Jadi ‘Racun’

AsSAJIDIN.COM —  Sahabat AsSAJIDIN suka memasak? Pandemi membuat kita jadi banyak menghabiskan waktu di rumah dan kadang membuat camilan, minuman hingga menu makanan sendiri.

Memasak sendiri di rumah memang cenderung lebih hemat dan pilihan menunya pun bisa disesuaikan agar lebih sehat. Bila ingin membuat hidangan rumah jadi menu sehat, pastikan mengolahnya dengan tepat.

Belajar Masak dari YouTube, Fia Bikin Menu Ayam Menggugah Selera
Ada beberapa olahan masakan yang sebaiknya dihindari. Pasalnya, olahan berikut bisa membuat makanan malah mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Apa saja?

Sedikit hangus
Saat makan ayam panggang, steak atau sate, biasanya dipanggang atau dibakar sampai hangus. Rasanya memang jadi nikmat dengan aroma asap yang kuat, tapi mengonsumsi bagian makanan yang hangus ini memiliki risiko.

Amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) adalah dua bahan kimia yang terbentuk saat daging dimasak dengan metode suhu tinggi, seperti memanggang atau menggoreng. Bahan kimia ini dapat menyebabkan perubahan DNA dan dapat meningkatkan risiko kanker.

Lihat Juga :  Banyak Baca Istighfar dan Minta Maaf, Bu Rina tak Jadi Operasi Angkat Rahim

HCA terbentuk ketika asam amino dan kreatin (zat yang ditemukan dalam daging dan otot) bereaksi terhadap suhu tinggi. HCA tidak ditemukan dalam jumlah yang signifikan dalam makanan lain selain daging yang dimasak pada suhu tinggi.

Sementara, PAH terbentuk ketika lemak dan jus dari daging menetes langsung ke api atau permukaan memasak dan berubah menjadi asap. Asap itu mengandung PAH, dan bisa menempel atau meresap ke permukaan makanan yang kamu masak. Selain menggoreng dan memanggang, makanan yang diasap dapat membuat PAH.

Kalau kamu tetap mau makan daging yang dipanggang, bisa mengolahnya dengan teknik diasapi. Jika muncul efek hitam yang gosong di daging, sebaiknya potong bagian tersebut sebelum dimakan.

Deep-frying
Teknik memasak ini adalah menggoreng dalam minyak panas dan banyak. Biasanya saat menggoreng kentang goreng atau ayam goreng tepung untuk mendapat tekstur garing.

Cara Menggoreng Agar Menu Gorengan Garing Merata

Memasak dengan deep-frying tentunya membuat kalori dalam makanan jadi lebih tinggi. Tak hanya itu, tapi juga munculnya zat kimia akrilmida ketika makanan tepung digoreng dengan suhu tinggi.

Lihat Juga :  Khasiat Air Nabeez dan Cara Mudah Membuatnya di Rumah

Penelitian tentang efek akrilamida pada tubuh telah menghasilkan hasil yang beragam. Beberapa menunjukkan metode memasak dengan panas tinggi meningkatkan risiko kanker prostat, kanker ovarium, dan kanker endometrium. Makanan yang digoreng dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Memanaskan minyak yang salah
Minyak zaitun extra virgin adalah bahan pokok penting di dapur. Memanaskan minyak zaitun tidak membuatnya beracun, tetapi tidak demikian halnya dengan minyak lain.

Cara Menggoreng Agar Menu Gorengan Garing Merata
Minyak yang tinggi lemak tak jenuh ganda (jagung, bunga matahari, dan minyak kedelai) dapat pecah dan menghasilkan senyawa yang berpotensi berbahaya jika suhunya sangat tinggi. Senyawa ini termasuk peroksida lipid, yang dapat menghancurkan sel-sel sehat, dan akrolein dan aldehida, yang telah terbukti meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Efek racun ini adalah hasil dari minyak yang rusak dan teroksidasi selama menumis atau menggoreng dengan suhu tinggi.

 

Tags
Close
Close