SUMSEL

Hari Santri, Ponpes Raudhatul Ulum Ogan Ilir Sumsel Berkabung, Seorang Santri Meninggal Dunia Diduga Jatuh dari Pohon Kelapa

AsSAJIDIN.COM — Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019, akan menjadi hari berkabung di lingkungan Pesantren Raudhatul Ulum Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan. Seorang santrinya Piter Romadhoni, meninggal dunia diduga akibat jatuh dari pohon kelapa, di sekitar Pondok Pesantren Raudatul Ulum Sakatiga Senin (21/10/2019). Innalillahi wainna ilaihi rojiun

Menurut ibu korban Nur Asiah (43) ia mendapatkan kabar Piter yang sedang mondok di Ponpes Raudatul Ulum Sakatiga Ogan Ilir meninggal, diduga terjatuh dari atas pohon kelapa.

“Ya, saya mendapatkan kabar dari pihak ponpes ini bahwa Piter meninggal diduga akibat jatuh dari pohon kelapa dan kami langsung saja menuju ponpes tersebut,”katanya.

Lihat Juga :  Bersyukur Bisa Shalat Berjamaah Lagi, tapi Perhatikan Protokol Kesehatan

Ia menambahkan, saat ini anaknya sudah dibawah ke RS Bayangkara untuk dilakukan visum guna mengetahui pasti penyebab anaknya tewas.

“Kami bawa ke RS Bhayangkara untuk divisum biar lebih pasti penyebab meninggalnya anak saya,” ujarnya menahan kesedihan, Senin (21/10).

Lanjut Nur Asiah mengatakan, seharusnya pihak Ponpes harus lebih melakukan pengawasan terhadap santrinya. Karena, santri yang berada di Ponpes tersebut sepenuhnya, beraktivitas 24 jam, dititipkan orangtua untuk dididik.

“Kami menitipkan anak untuk dididik, tetapi sekarang malah meninggal. Sudah tiga tahun di didik dan hampir tamat, sekarang jadi seperti ini,” ujarnya.

Menurut Nur, ia mendapat kabar bila anaknya jatuh dari atas pohon kelapa pada pukul 02.00, Senin (21/10).

Lihat Juga :  Peringatan Hari Santri Harus Sesuai Protokol Kesehatan Tangkal Covid-19

Dari Dusun Sri Banding Pemulut Barat mendatangi ke Ponpes dan ternyata sudah dibawa ke RS Bari Palembang.

“Dari Dusun Sri Banding Pemulut Barat mendatangi ke Ponpes dan ternyata sudah dibawa ke RS Bari Palembang. Piter sempat dilarikan ke rumah sakit Bari Palembang untuk mendapatkan pertolongan, namun, nyawa Piter tidak dapat tertolong lagi karena luka dibagian kepalanya,”terangnya.

Sementara saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut ke pihak pondok pesantren dan kepolisian hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan perihal tersebut. (*/sumber: maklmuatnews.com/henny)

Tags
Close