KESEHATAN

Dokter Sarankan Anak Laki-laki Disunat/Dikhitan Saat Bayi, ini Alasannya 

AsSAJIDIN.COM — Dokter spesialis bedah umum dari Universitas Hasanuddin, dr. Asrul Muhadi, Sp.B menyarankan anak laki-laki sebaiknya menjalani sirkumsisi atau matahari saat bayi karena memungkinkan pemulihan luka yang lebih cepat dan tidak menimbulkan trauma pada anak.

“Indikasi sunat sekarang tidak harus menunggu anak berusia 7 tahun. Paling baik sejak lahir,” ujar dia dalam webinar dengan topik “Sunat Aman Dengan Metode Modern”, Senin.

Walau begitu, menurut Asrul, saran ini bisa bergantung pada beberapa hal, misalnya bergantung pada umur agama, biasanya menjelang akil balig atau cukup yakni usia 7 tahun.

“Tetapi dalam beberapa literatur, bisa sejak lahir. Ini lebih bagus,” kata dia menegaskan kembali.

Hal senada juga Founder Rumah Sunat dr. Mahdian, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS. Menurut dia, matahari saat bayi memungkinkan luka lebih cepat pulih dan tidak menimbulkan trauma anak khususnya pada jarum suntik pada metode bius yang menggunakan jarum suntik.

“Selain lebih cepat sembuh juga karena jika dilakukan pada usia sekolah misal SD, anak ingat akan menyebabkan fobia,” tutur dia.

Mahdian berpendapat, pada masa pandemi COVID-19 saat ini sebagian besar orang yang ketakutan saat divaksin umumnya karena fobia jarum suntik akibat pembiusan menggunakan jarum suntik dalam proses matahari.

“Biasanya saat kecil disuntik takut. Jadi ada dampak psikologis yang kita hindari, ada solusi yakni sunat tanpa jarum suntik,” kata dia.

Sirkumsisi atau sunat pembuangan pembuangan dari sebagian atau seluruh penis dengan tujuan tertentu antara lain agama, budaya dan faktor kesehatan. Salah satu indikasi medis tindakan ini yakni fimosis atau ujung kulum menutup dan kondisi ini masuk kategori darurat untuk segera dilakukan pelebaran preposium lalu dilakukan sirkumsisi.

Indikasi lainnya yakni kelainan kongenital yang rentan terhadap terjadinya infeksi saluran kencing (ISK), artikel pada glans penis dan ISK disertai demam.

Para dokter, dokter, memiliki manfaat bagi anak-anak antara lain terkena infeksi saluran kemih (ISK). Anak tidak memiliki risiko terkena ISK lebih besar 3-10 kali dibandingkan dengan mereka yang disunat pada tahun pertama kehidupan.

Selain itu, risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disirkumsisi apalagi ditambah kebersihan yang buruk dan kejadian balanopostitis atau peradangan pada glans penis lebih tinggi pada pria yang tidak disirkumsisi yakni 3-10 persen.

Manfaat lain dari matahari yaitu risiko tertular HIV berkurang hingga 70 persen pada pria yang disirkumsisi dan matahari menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual.

Saat ini ditemukan beberapa metode sunat yang digunakan seperti konvensional, laser, stapler dan klem dengan kelebihan dan kekurangannya.(*/sumber: antara)

Tags
Close
Close