ALFURQON SCHOOLKELUARGA

Diluar Prediksi, Jamaah Sholat Idul Adha 1443 H di SIT Al Furqon Membludak

Ustadz Reza Ervan : Bukan Soal Kurban, Tapi Ketakwaan Dalam Keikhlasan

AsSajidin.com,Palembang– Yayasan Pendidikan dan Dakwah Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon menggelar Sholat Ied Adha 1443 H, Sabtu (9/7/2022).

” Alhamdulillah, diluar prediksi kita jamaah sholat ied hari ini sangat ramai, ” kata Ustadz Reza Evran membuka tausiyahnya.

Menurut Ustadz Reza, penyelenggaraan sholat ied ini merupakan yang perdana pasca pandemi covid 19 dengan jumlah jamaah mencapai ratusan orang.

Bicara mengenai perayaan kurban, Ustadz Reza berujar jika yang utama dan pertama adalah bukanlah daging atau darah yang mengalir setelah penyembelihan. Yang terpenting yang Allah harap dari ibadah kurban adalah takwa dan keikhlasan kita.

Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Lihat Juga :  Jangan Pilih Kasih Anak Laki-laki dan Perempuan

” Maka dari itu,sangatlah penting bagi kita untuk mengingatkan niat kita bahwa, bukan seberapa besar, banyaknya hewan kurban yang kita berikan. Melainkan keihklasan kita dalam mencapai ketakwaan, “ujarnya.

Menukil, Syaikh As Sa’di mengenai ayat di atas, “Ingatlah, bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah kurban tersebut karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu dan Dialah yang pantas diagung-agungkan. Yang Allah harapkan dari kurban tersebut adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih. Oleh karena itu, Allah katakan (yang artinya), “Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”.

” Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berkurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Krisis Doa dan Dzikir, Anak Muda Zaman Now, ini Solusinya Bergantung Orangtua 

Disisi yang lain, kata Ustadz Reza, itulah mengapa pentingnya menjaga hati dalam beribadah.

” Inilah pula yang mesti
ada dalam ibadah lainnya. Jangan sampai amalan kita hanya nampak kulit saja yang tak terlihat isinya atau nampak jasad yang tak ada ruhnya.” katanya mengutip (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 539).

Berdasarkan makna pemahaman berkurban ini tambah Ustadz Reza, kita harus menyadari bahwa sudahkan kurban kita tersebut meraih takwa?

” Barangkali niat kita yang tidak benar karena ingin pamer harta dengan besarnya kurban yang disembelih? Hati-hati dengan niat tidak ikhlas ini, ” katanya mengingatkan.

” Oleh sebab itu sekali lagi luruskanlah dulu niatnya, ” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Also Read
Close
Back to top button