MUSLIMAH

Dianggap Penyusup, 499 Pelajar Demo Omnibus Law Diamankan

ASSAJIDIN.COM  – Di hari kedua unjuk rasa tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di DPRD Sumsel, kepolisian berhasil mengamankan 499 pemuda yang didominasi pelajar.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, ratusan pemuda ini diamankan karena diduga menyusup aksi demo hingga menjadi rusuh.

“Kemarin kami mengamankan 174 orang yang diduga akan berbuat rusuh. Hari ini ada 325 orang pemuda diamankan. Total hingga hari ini ada 499 orang,” katanya di Mapolrestabes Palembang, Kamis (8/10/2020).

Kemarin, ada 174 orang yang diamankan, diantaranya 13 orang pelajar SMP, 112 orang pelajar SMK, 6 orang mahasiswa dan 43 warga sipil.

Lihat Juga :  Bawa Keranda ke DPRD Sumsel, Ribuan Buruh Tolak UU Omnibus Law Cipta Karya

Akan tetapi polisi menemukan satu orang positif mengonsumsi amfetamin, tepatnya narkoba jenis sabu.”Untuk yang positif narkoba ini berdasarkan tes urine. Sementara barang buktinya tidak ditemukan,” jelas Supriadi.

Pada rilis yang disampaikan Polda Sumatera Selatan ini, bahwa massa yang diamankan polisi dikendalikan oleh sekumpulan orang yang menamakan diri mereka Anarko, yakni kelompok pemuda garis keras asal Jakarta.

“Ada tujuh orang kelompok Anarko asal Jakarta yang kita amankan hasil operasi kemarin. Mereka mengendalikan pemuda di Palembang agar menyusup aksi unjuk rasa hingga ricuh,” ungkap Supriadi.

Supriadi mengungkapkan, ada kelompok Anarko ini mengutus anggota mereka ke wilayah Jabodetabek dan wilayah Sumatera Selatan, khususnya Palembang.

Lihat Juga :  Kisah Rahmalia Aufa Tokyo, Hijaber Indonesia yang Mendunia dan Eksis di Jepang

Namun ketujuh orang tersebut, belum resmi ditetapkan tersangka karena polisi masih melakukan penyidikan mendalam.

“Barang bukti yang diamankan kemarin dari kelompok Anarko ini diantaranya bom molotov, senjata tajam berupa ikat pinggang dirangkai dengan senjata tajam. Kami masih melakukan pendalaman,” ujar Supriadi.

Untuk selanjutnya, polisi akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan karena hampir 90 persen pemuda yang diamankan merupakan pelajar.

Polisi mengingatkan kepada para orang tua agar menjaga anak-anak mereka dari pengaruh maupun ajakan unjuk rasa dari oknum-oknum provokator.

Selanjutnya, ratusan orang ini di Rapid test kemudian dilanjutkan test urin, Alhasil Hasilnya, tidak ditemukan pemuda yang reaktif atau menunjukkan gejala positif Covid-19.(*)

Penulis: tri jumartini

Tags
Close