KESEHATAN

Deteksi Lebih Cepat Kelainan Jantung pada Janin dalam Kandungan

RSMH Palembang Gandeng Unsri

AsSAJIDIN.COM — Rumah Sakit Mochammad Husein (RSMH) saat ini sedang melakukan transformasi dengan peningkatan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yakni di program kedokteran.

Plt. Direktur Utama RSMH Palembang dr. Msy. Rita Dewi,M.S. Sp.A(K),MARS mengatakan, transformasi yang dilakukan pihaknya yakni digitalisasi SDM- SDM unggulan yang salah satunya adalah dokter. “Untuk penelitian yang di lakukan oleh dr. Nuswil Bernolian,SpOG, Subsp.KFM, MARS, beliau merupakan SDM unggul yang kita miliki dan beliau lebih banyak membidangi untuk melakukan deteksi dini pada ibu hamil. Tranpormasi ini sejalan dengan misi Presiden Jokowi maupun misi nya dari Menteri Kesehatan, kita mengharapkan adanya generasi penerus yang sehat yang selama ini banyak mengalami stunting dan sebagainya,” ujarnya saat diwawancarai dikantornya, Rabu (3/8/2022).

” Anak -anak yang pada saat ia lahir mengalami pertumbuhan pengaruh dari lingkungan yang menyebabkan adanya masalah masalah tadi, dan ini tentunya sejalan dengan misi dari kesehatan mencegah lebih baik daripada mengobati, maka salah satu nya ini melakukan deteksi dini pada ibu-ibu,” ujarnya.

Rita menerangkan, dr. Nuswil Bernolian,SpOG, Subsp.KFM MARS salah satu SDM unggul yang ada di RSMH telah melakukan satu penelitian yang tentunya bermanfaat untuk deteksi dini itu sendiri. Beliau mengikuti penelitian dalam program pendidikannya yaitu program Doktor.

“Alhamdulillah hari ini sudah menyelesaikan ujian terbuka nya dan sudah resmi mendapatkan gelar Doktor, dengan predikat cumlaude, dan jni merupakan prestasi rumah Sakit yang mempunyai SDM unggul,” katanya.

Lihat Juga :  Pertama di Sumbagsel, RSMH Tangani Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah dan Tanpa Radiasi

Rita mengungkapkan, pihaknya selalu mendukung SDM -SDM unggul yang ada di RSMH. Karena RSMH ini adalah Rumah Sakit rujukan akhir untuk di Provinsi Sumsel Sendiri, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi maupun di Lampung. “Kita selalu bertransformasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapya.

Sementara itu, dr. Nuswil Bernolian,SpOG, Subsp.KFM MARS mengatakan, pihaknya mengembangkan penelitian di Rumah Sakit Umum Palembang (RSUP) Dr H Mohammad Hossein ini mendeteksi kelainan jantung janin didalam kandungan.

” Salah satu kendalanya memang kita susah sekali menentukan dan menegakkan khususnya penyakit jantung pada janin itu susah,” katanya.

“Kadang-kadang bayinya lahir tahu-tahu penyakit jantung meninggal. Sakit jantung meninggal tidak ketahuan, karena memang susah menanganinya itu kendala utamanya. Jadi banyak sekali penyakit jantung lahir bayinya tidak tertolong dengan meninggal. Sehingga kita tidak sempat menyiapkan apa-apa, dan tidak sempet menyiapkan peralatan menolongnya, tidak sempat menyiapkan kamar operasinya, dan sebagainya,”paparnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, sebenarnya itu bisa di deteksi didalam kandungan, tapi memang sulit. Maka dari itu pihaknya mengembangkan alat, dengan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya membuat suatu software atau suatu perangkat yang nanti perangkat tersebut akan dipasang di alat USG.

Lihat Juga :  Pentingnya Memakai Face Shield

” Dimana alat USG sekarang sudah canggih-canggih pun tidak bisa menegakkan diagnosis, karena tergantung dari tenaga ahlinya,”ucapnya.

Untuk diketahui, sambung dia, untuk ahli tenaga jantungnya di RSMH tidak banyak hanya ada 4 yang aktif, maka nanti pihaknya akan menambahkan lagi ahli tenaga jantung.

” Kita kembangkan suatu alat yang nanti bisa membantu menegakan diagnosis yakni jantung ini normal, dan jantung tidak normal. Sehingga alat itu dipasang di USG akan lebih mudah dokter SPOg umum, dokter umum bisa dirujuk ke konsultan internal. Sehingga kita bisa preopening nanti, baik ada kelainan A, kelainan B kita siapkan,” bebernya.

Sehingga saat lahir di RSMH maka dengan peralatan yang lengkap dan semuanya siap, seperti dokter jantung anak, dokter bedah, dokter bedah jantung juga ada, sehingga semua penanganan bisa komprehensif di RSMH.

“Misalnya saat hamil 6 bulan. Jadi antara 3-4 bulan kita sudah menyiapkan nya, nanti di hubungi tim dokter anaknya. Sehingga begitu bayi lahir bisa langsung tertolong sehingga bisa mengurangi angka kematian bayi yang terdeksi penyakit jantung,” paparnya.

“Sehingga akan meningkatkan angka harapan hidup bayi-bayi penderita penyakit jantung. Kalau kita bisa mendeteksi dari dalam kandungan dari awal. Jadi kita punya waktu untuk menyiapkannya,” tandasnya. (Yanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button