MOZAIK ISLAM

Cerita Silvia Dirikan TPQ As Shobur, Rela tak Dibayar Demi Akhirat

ASSAJIDIN.COM  – Di balik berdirinya Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) As Shobur pada 1 Agustus tahun 2016 lalu, banyak cerita didalamnya. Menjadikan generasi islam yang berakhlak mulia, berprestasi tinggi dan bermanfaat bagi lingkungannya merupakan tujuan dari berdirinya TPQ As Shobur.

Didirikan oleh Sinariyahaini, SE dan Dikepalai oleh Dr. Silvia Assoburu, M.Hum, TPQ ini, tidak dipungut biaya sama sekali dan tidak memandang golongan hidup orangtua (kaya atau miskin). Berdiri  untuk kepentingan semua umat  di Jln Anggrek raya no 348 Sri rezeki 3 Perumnas Sako Palembang.

Silvia mengatakan ia menerima anak-anak dengan syarat anak-anak yang mempunyai keinginan untuk belajar dengan baik dan tekun, tidak untuk bermain-main dan dianggap sepele.
TPQ As Shoburu memiliki puluhan murid dengan pembagian ruangan masing-masing.

Terdapat kelas besar Mutaqadim, kelas Mura’jaah hafalan ayat Al Qur’an, kelas anak – anak Mubtadi dengan usis anak dibawah enam tahun dan kelas Muraja’ah hafalan hadist.

Lihat Juga :  Kisah Persahabatan Abu Bakar Asshidiq dan Umar bin Khattab

Meskipun didirikannya gratis, ia tetap memilih murid-murid yang layak berada di TPQ As Shobur. Ia tidak menginginkan TPQ ini dijadikan mainan dan percobaan, ia menegaskan orangtua yang tidak support atau mendukung anak tidak bisa menjadi anggota TPQ.

“Saya bahkan dibilangin sama salah satu dekan dengan menggratiskan bagi orang kaya dan dikatakan menganggap murah Al Qur’an. Ya bukan begitu, tidak ada tujuan meremehkan Al Quran. Tidak ada perniagaan dunia di dalamnya, Tujuan saya semata mata meraih pahala buat saya dan keluarga dan akhirat,”kata anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Menjadi alumni Pondok Pesantren Walisongo membuat Silvia memiliki tekad kuat untuk mendirikan TPQ As Shobur. Ia termotivasi untuk bergerak seperti pesantren yang pernah ia tempati. Mendidik dan mencerdaskan anak bangsa dengan moto pesantren santri sehat Indonesia kuat. Koirunnas anfa’uhum iinnas menjadi pegangan kuat bagi dirinya.

Lihat Juga :  Rangkaian Ziarah Kubro Dimulai Hari ini, 5000 Umat Sudah Berkumpul Termasuk dari Luar Negeri

“Saya kecilnya nakal sekali, kalau ga masuk pesantren wahh bisa jadi preman terminal saya sekarang. Ketika sudah menjadi alumni pesantren barulah kurasakan semua bekal saat di pesantren manfaatnya luar biasa diluar. Sejak SD sampai SMA tidak pernah juara, setelah tamat dari pesantren. Alhamdulillah S1 bisa coumlaude, gratis kuliah di S2 hingga tercapai S3,”Kata anak dari pasangan Minarno,SE dan Sinariyahaini SE.

Ditengah kesibukannya berprofesi sebagai pengajar di kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah dan Universitas Muhammadiyah, dirinya tetap menjalankan TPQ As Shobur dengan dibantu empat pengajar yang juga masih berstatus mahasiswa di UIN Rafah Palembang. Ia berharap, As Shobur tidak hanya TPQ saja akan tetapi dapat menjadi besar As Shobur Center.(*)

Penulis: tri jumartini

Tags
Close
Close