KELUARGA

Cara Rawat Kain Batik Agar tidak Cepat Rusak dan Warna tidak Pudar

AsSAJIDIN. COM — Batik sangat terkenal di Indonesia bahkan sudah mendunia. Banyak orang tertarik dan menyukai kain batik karena beragam motif dan warna. Akan tetapi, jika kamu mempunyai kain batik, perawatan batik perlu diperhatikan agar kain batikmu tidak cepat rusak dan bisa tahan lama.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar batikmu tetap awet, Apalagi jika batik dibuat dari pewarna alami. Pemilik sekaligus pengrajin Batik Madani Lubuk Linggau, Yudi CahayaTimur akan memberikan tips yang perlu diperhatikan dalam merawat pakaian batik tulis atau cap agar tidak cepat rusak.

1. Jangan Cuci Pakaian Batik Dengan Detergen.

Di dalam kandungan detergen terdapat pemutih pakaian dan dapat merusak warna dari batik tersebut, jadi disarankan agar mencuci pakaian batik dengan pelembut pakaian dan jangan merendam pakaian terlalu lama, maksimal 5 menit pakaian batik direndam sebelum dicuci pakai tangan.serta jangan mencampur pakaian batik dengan pakaian lainnya.

Lihat Juga :  Akses Perempuan Terhadap Layanan Kesehatan Reproduksi Minim

2. Jangan Cuci Pakaian Pakai Mesin Cuci

Menggiling pakaian batik kedalam mesin cuci dapat merusak warna menjadi buram. Kalian bisa lakukan dengan cara cuci pakai tangan.

3. Jangan Menjemur Pakaian Langsung Dibawah Panas Matahari

Perubahan warna akan cepat luntur jika pakaian langsung terpapar matahari. Disarankan memakai batik di malam hari agar warna tidak cepat luntur. Cukup angin angin kan saja Untuk mengeringkan pakaian atau bisa jemur dibawah atap teras rumah.

4. Lipatan Kain Batik Harus di Bolak Balik

Untuk menghindari agar warna batik tidak buram serta bekas lipatan yang menempel maka dilakukan
bongkar pasang kain batik tulis atau batik warna sintesis.

Lihat Juga :  Tips Sukses Jalani 10 Hari Terakhir Ramadhan

“Kalau beli batik kain yang di taruh di lemari harus sering di bongkar pasang atau kain di lipat bolak balik agar bekas lipatan warna dari batik tidak buram,”katanya, Saat dijumpai di kediamannya Lubuk linggau, senin (25/10/21).

Berbeda dengan kan batik yang sudah diubah bentuk menjadi pakaian. Cara perawatannya sedikit berbeda dengan pakaian lainnya.(tri jumartini)

Also Read
Close
Back to top button