MOZAIK ISLAM

Bila Sudah Menjadi Islam, Jangan Lagi Lepas

 Oleh: H. Emil Rosmali

Ada yang mengatakan ini adalah pertanda zaman. Di akhir zaman berduyun-duyun manusia memeluk agama Islam. 

Namun ada juga yang menyebut, bahwa kesadaran seseorang muncul sehingga hidayah yang datang dari Allah langsung digenggam dengan kuat, maka hidayahlah yang menghantarkan seorang kristiani atau agama lainnya menjadi muallaf dengan berpindah agama kepada Islam.

Berbagai kisah kita dengan dari sejumlah orang yang tadinya beragama di luar Islam seperti Kristen, Budha, Hindu bahkan Yahudi, berpindah memeluk agama yang suci dari Allah Islam. Tak satu pun dengan paksaan, semua dengan kerelaan dan keikhlasan hati. Memeluk Islam demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Sang Khalik yang menguasai hajat hidup manusia. Allah yang awal dan walakhirot.

Beberapa waktu lalu, Deddy Corbuzier, seorang selebititas pembawa acara Hitam Putih di salah satu stasiun televise nasional, setelah lama dalam perjalanan hidupnya, kemudian memperoleh hidayah memeluk agama Islam. Banyak peristiwa yang menjadi renungan bagi Deddy untuk menjadi muallaf. Begitu juga Roger Dhanuarta, artis film nasional juga memeluk Agama Islam.

Seorang bernama, Febiana Kusuma Ariesta,  dilahirkan dalam keluarga besar Kristen fanatik. Kakek dan neneknya adalah aktivis gereja. Bahkan ibunya seorang misionaris yang aktif menginjili hingga ke Nusakambangan. Ia memeluk agama Islam karena hatinya tidak memercayai agama nenek moyangnya yang Kristen, saat mendengar  yang tidak masuk Akal. “Kok ada Tuhan yang menjelma jadi manusia lalu disiksa dan disalib. Kalau Tuhan itu Maha Pengampun dan penuh Kasih, kenapa tidak dia ampuni saja dosa manusia tanpa prosedur sadis seperti itu?” ujarnya, mempertanyakan, seperti dirilis http://www.infaqdakwahcenter.com/

Puluhan tahun silam, tahun 1978, saat tubuh Hery Susetyo (Thio Hwa Kong), warga Tionghoa asal Desa Bobotsari Kecamatan Bobotsari Purbalingga masih bertenaga, ia nyaris mati muda. Tetapi kenyataan memang kerapkali sulit dinalar. Allah masih memberikan kesempatan dia hidup, dan menjadi manusia baru sebagai muslim.

Suatu hari, persis tengah malam, pukul 00.00 WIB, dalam perjalanan penjang dari Banyumas-Cirebon yang melelahkan, maut mengintai Hery.  Rem truk yang dikendarainya tiba-tiba blong sesampai di sebuah turunan di Bumiayu. Dalam kecepatan yang tinggi, ia hilang kendali. Ia bahkan tak mampu menyelamatkan diri. Kendaraan terus meluncur, mendekati mulut jurang yang menganga di ujung tikungan. Saat nyawanya di ujung tanduk, Hery terkejut karena keanehan yang menyelimutinya.

Lihat Juga :  Ini Alasan Kenapa Kita Harus Belajar Bahasa Arab

Suara tanpa rupa membisik keras di telinganya. Bisikan gaib itu memintanya untuk mengucapkan kalimat Takbir (Allahu Akbar). Sebagaimana ditulis di Tribunjateng.com, ahirnya Hery masuk Islam setelah merenungi peristiwa yang menimpanya.

Kisalh Seorang wanita paruh baya di Inggris,  mendapatkan hidayah Islam lewat celana dalam.  Ia adalah petugas laundry sebuah asrama mahasiswa. Awalnya ia tidak memperhatikan pakaian kotor yang ia cuci. Namun karena telah menjadi rutinitasnya, ia akhirnya menyadari bahwa sekelompok pakaian dalam yang kotor itu tidak berbau dan cukup bersih.

Sementara tumpukkan pakaian dalam lainnya kotor dan bau. Karena rasa penasaran ia bertanya kepada mahasiswa yang  menyetorkan “CD-CD” tanpa bau tersebut, mengapa pakaian dalam mereka tidak berbau dan bersih meskipun sudah waktunya dicuci  “Kami Muslim. Agama kami mengajarkan untuk bersuci menggunakan air sampai bersih sehabis buang air kecil maupun buang air besar,” jawab mahasiswa Timur Tengah tersebut.

Mendengar ini, wanita itu sangat kagum dengan ajaran bersuci setelah buang hajat. “Kalau sebuah agama mengajarkan pemeluknya tentang hal-hal yang kecil maka pastilah masalah-masalah besar kehidupan pun ada panduannya,” pikir wanita paruh baya tersebut takjub. Setelah mempelajari Islam beberapa waktu, ia dengan penuh keyakinan menyatakan keislamannya.

Sebuah kisah l;ainnya, ketika seorang pendeta terkenal di Italia mengumumkan masuk Islam setelah menyaksikan jenazah raja Arab Saudi, Fahd bin Abdul Aziz, untuk kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat.Kisah diberitakan oleh,  https://kisahmuslim.com, hal itu terjadi setelah ia melihat betapa sederhananya prosesi pemakaman jenazah yang jauh dari pengeluaran biaya yang mahal dan berlebihan.

Sang mantan pendeta telah mengikuti secara seksama prosesi pemakaman sang Raja yang bersamaan waktunya dengan jenazah yang lain yakni orang yang biasa saja. Ia melihat tidak ada perbedaan sama sekali antara kedua jenazah tersebut. Keduanya sama-sama dishalatkan dalam waktu yang bersamaan. Sungguh, kisah-kisah diatas begitu menginspirasi mereka.

Lihat Juga :  Siksa Kubur Sementara atau Selamanya? Begini Penjelasannya

Di tulisan //Inilah.com//, mengemukakan, bahwa Islam merupakan salah satu agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan ribuan orang mualaf setiap tahun di Amerika dan negara-negara Eropa Barat. Alasan mengapa orang-orang menerima Islamatau jalan yang mereka tempuh untuk sampai ke sanamungkin berbeda dari orang ke orang.

Penelitian terbaru di Belanda (yang dilakukan oleh Vanessa Vroon) telah menepiskan ide umum bahwa kebanyakan wanita menerima Islam karena hubungan romantis dengan seorang pria Muslim. Kontak dengan teman-teman, tetangga atau rekan kerja Muslim dan pada saat yang sama mereka berpikir positif sering menjadi alasan non-Muslim tertarik pada Islam dan kemudian memilih untuk menjadi mualaf.

Lihat;lah firman Allah; ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,dan kamu lihat manusia masuk ke dalam Agama Allah dengan berbondong-bondong , maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.“ (QS An-Nashr : 1-3)

Orang lain, masuk Islam setelah mendengar kisah Nabi Ibrahim dalam menyebarkan Dienul Islam di Tanah Arab, membuka hati seorang Yusuf Sisus Lombu untuk memeluk Islam. Pria kelahiran Padang, 11 Oktober 1952 ini, merupakan keturunan Nias asal Sogaeadu, Kecamatan Gido. Tinggal di Teluk Bayur, Padang merupakan pilihan dari kedua orang tuanya yang melakukan perantauan meninggalkan kampung halaman.

Ditulis https://www.republika.co.id, Ia meninggalkan agamanya karena tak percaya dengan faham Animisme yang dipercaya keluarganya. Aneh, dan tidak masuk akal. Akhirnya Yusuf memeluk agama Islam.

Begitulah  sebagian kisah para mualaf ketika mereka memperoleh hidayah Allah. Mereka pegang hidayah itu dengan kuat sehingga tidak lagi meninggalkan Islam sebagai rahmat bagi para mualaf. Banyak kisah lain, yang tentu ingin menggugah kita untuk memantapkan diri dalam agama. Istiqomah dan memegang kuat addien ini .(*)

 

 

Close
Close