ALFURQON SCHOOL

Anugerah Dipenghujung Tahun, Guru SDIT Al Furqon Dinobatkan Sebagai Juara Pertama IGA 2021

Bunda Mona Sang Pelopor Boneka Robot Asyik 2 Sukses Kalahkan Puluhan Peserta

AsSajidin.com PALEMBANG–Alhamdulillah, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon meraih juara pertama dalam ajang “Anugerah Inovation Government Award 2021”, Senin (20/12/2021).

Ustadz Zakiudin sebelumnya mengatakan, kemenangan ini merupakan usaha keras SDIT Al Furqon di bawah naungan Bunda Mona yang menciptakan sebuah karya fantastis bernama “robot asyik 2 “. Sehingga SDIT Al Furqon berkesempatan ikut dalam bagian dari 70 kandidat lintas bidang pendidikan yang terdiri dari mahasiswa, dan guru inovator.

“Alhamdulillah, SDIT Al Furqon berhasil menyabet juara 1. Ini merupakan anugerah luar biasa dari Allah SWT di penghujung tahun 2021,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejak pandemi covid-19 yang melanda tanah air tahun 2019 hingga 2021 ini, kata Ustadz Zaki SDIT Al Furqon tidak kendor dalam menggapai segudang prestasi. Mulai dari tingkat lokal hingga nasional, terbaru adalah penghargaan Anugrah Inovaton Government Award 2021 oleh Gubernur Sumatera Selatan malam ini, Senin (20/12/2021).

“ Jadi penghargaan ini memang sengaja diberikan Oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru atas para inovator yang memiliki terobosan dibidang masing-masing. Dan Alhamdulillah kita meraih hasil yang maksimal. Semiga Boneka Robot Asyik2, buah karya guru SDIT Al Furqon ini bisa bermanfaat bagi penerapan pembelajaran di sekolah.

Robot Boneka Asyik 2 ini sengaja dibuat untuk memberikan kemudahan sistem belajar.Ustadz Zaki berujar, jika pembuatan robot ini sendiri tidak memerlukan biaya yang tinggi pada umumnya robot-robot yang ada.

“ Kita berusaha menggunakan bahan-bahan yang berguna untuk masyarakat. Kita coba dan Alhamdulillah berhasil. Jadi melalui robot ini,sekolah bisa belajar gaya belajar siswa baik secara visual, auditori maupun kinestetiknya,” tuturnya.

Untuk diketahui bersama , Gaya belajar visual biasanya berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, biasanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah memahami dan memahami. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Itulah sebabnya, orang yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik seperti paduan warna dan lainnya.

Sementara untuk gaya belajar auditori, biasanya lebih mengandalkan pendengaran untuk menerima informasi dan pengetahuan. Orang tipe auditori tidak masalah dengan mengajar secara visual, yang penting adalah pertemuan tatap muka dengan guru dengan baik dan jelas.

Menurut ustadz Zaki untuk gaya belajar kinestetik ini, biasanya siswa dengan tipe ini merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya membaca buku tetapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestik ini. dan orang yang memiliki gaya belajar tipe kinestetik biasanya tidak betah berdiam lama-lama di kelas .

“ Nah , untuk memudahkan proses belajar tersebut , boneka robot ini dapat mengeindentifikasi cara belajar siswa seperti apa yang sesuai dengan karakternya. Ini bakal ngebantu banget, lho! Apalagi buat yang masih bingung cara belajar yang tepat maka boneka robot asyik 2 ini bisa menjadi alternatifnya,”

Disinggung mengenai penerapan dan proses menciptanya, Ustadz Zaki menuturkan dalam pembuatannya robot ini tidak memakan biaya ratusan hingga jutaan rupiah melainkan hanya menggunakan barang-barang bekas seperti botol,selang dan kardus. Ya kalau diakumulasi sekitar 50 buah saja.

Ditambahkan olehnya, SDIT Al Furqon Palembang sudah sejak lama menerapkan sistem yang ketat untuk selalu memotivasi guru dan siswa agar selalu bisa mengembangkan diri. Seperti halnya dengan boneka robot asyik 2 yang di gagas oleh bunda Mona diharapkan dapat juga di kembangkan oleh dewan guru yang lain untuk dapat menerapkan media pembelajaran.

“ Jadi kita itu, ada semacam kompetisi yangsehat. Guru tercipta untuk menciptakan 1 karya ilmiah dan 1 media pembelajaran dalam satu tahun sekali. Langkah ini dianggap sangat perlu, mengingat memang kemajuan teknologi dan daya saing yang luar biasa. Alhamdulillah, saat ini setidak 65 karya ilmiah dan media pembelajaran sudah di telurkan SDIT Al Furqon menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang,” jelasnya. (Jemmy Saputera)

Close
Close