KALAM

Alquran itu Pedoman Hidup dan Obat Hati yang Terluka

Hikmah diturunkannya al-Qur`an ini adalah agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya, menggali ilmunya dan merenungkan rahasia dan hikmah-hikmahnya

  Oleh: Emil Rosmali [ Pemimpin Umum Assajidin.com ]

Dalam Al Quran Allah Berfirman:’Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad [38]: 29)

Dalam tafsirnya, al-Sa’di yang dikutip dalam buku tafsir alquran,  menjelaskan bahwa dalam al-Qur`an terdapat kebaikan dan ilmu yang sangat banyak. Di dalamnya terdapat petunjuk dari kesesatan, obat dari penyakit, cahaya untuk menerangi kegelapan, setiap hukum yang diperlukan manusia dan dalil yang tegas tentang segala yang diinginkan sehingga menjadikannya semulia-mulia kitab yang diturunkan Allah SWT.

Hikmah diturunkannya al-Qur`an ini adalah agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya, menggali ilmunya dan merenungkan rahasia dan hikmah-hikmahnya. Hanya dengan mentadabburi ayat-ayatnya, merenungkan maknanya serta memikirkannya secara terus menerus seseorang akan mendapatkan berkah dan kebaikan yang ada dalam al-Qur`an.

Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mentadabburi suatu perkataan adalah melihat dan memperhatikan perkataan itu dari awal dan akhir perkataan kemudian mengulang-ngulangi hal itu.

Dapat juga dikatakan bahwa tadabbur adalah proses berfikir mendalam dan menyeluruh yang dapat menghubungkan ke pesan paling akhir sebuah perkataan, dan mencapai tujuan maknanya yang terjauh.

Lalu menggunakan ketajaman mata hati lewat proses perenungan mendalam secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan al-Qur’an yang terdalam dan mencapai tujuan maknanya yang terjauh.

*Obat Hati*

Dalam kehidupan sering ada pertanyaan seputar kesedihan dan ketidaktenang hati . Hidup seperti mau berahir tanpa ada makna. Entah apa nanti yang akan dibawa ketika ajal telah menjemput.

Padahal, satu yang begitu bermakna dalam hidup ini adalah bagaimana bisa meraih ketenangan da kebahagiaan yang hakiki yang sesuai dengan keinginan seorang yang beriman dengan penuh berkah dan rahmat Allah SWT.

Lihat Juga :  Nenek Zuhriah Wisuda Tahfidz Quran di Rumah Tahfizh Daarul Islah

Lantas mengapa harus pergi mencari jauh-jauh, atau menemui banyak orang bahkan pergi menghibur diri dengan menonton perbagai pertunjukan yang tak diridhoi Allah? Jawabnya tah sudah jelas. Temuilah Allah dalam Al Quran, niscaya kalian akan memperoleh kebahagian dan mendapat kebekrkahan dari Allah.

Dalam kitabnya al-Fawaid, Ibnu Qoyyim lebih jauh mengutarakan, “Jika engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur`an maka pusatkanlah hatimu ketika membaca dan mendengarkannya, fokuskanlah pendengaranmu dan hadirlah seperti seseorang yang sedang diajak bicara oleh Allah SWT. dengan al-Qur`an itu karena ia merupakan perkataan Allah SWT. kepadamu melalui lisan Rasul-Nya.

Bukan Kebanggaan

Syaikh Abdurrahman Habannakah menuturkan dalam Kitabnya,  bahwa tujuan tadabbur bukanlah sekedar kemewahan ilmu, atau bangga dengan pencapaian pengetahuan, atau mampu untuk mengungkapkan makna untuk disombongkan, tetapi tujuan dari pemahaman itu adalah untuk mengingatkan dan mendapat pelajaran serta beramal sesuai dengan ilmu yang didapat, dan pelajaran inilah yang dimaksud dalam ayat yang tidak akan didapat kecuali oleh ulul albab (orang-orang yang mempunyai fikiran). Ibnu taimiyyah mengatakan, “Barangsiapa yang mentadabburi al-Qur`an demi untuk mendapatkan pentunjuk darinya, maka akan jelas baginya jalan kebenaran”.    

‘Membaca Al-quran dengan perenungan,pendalaman,dan tadabbur merupakan satu dari sekian banyak sebab kebahagian dan kelapangan hati.Allah menyipati kitab-nya ini sebagai petunjuk,cahaya dan penawar atas semua yang ada di dalam dada.Di samping itu,Allah juga menyifatinya sebagai rahmat.

Lihat Juga :  Jadilah Rendah Hati Walau Jadi Orang Kaya

Sebagaimana firman Allah dibawah ini:  ”Hai manusia,sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit {yang berada} di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(QS.Yunus:57)”

”Maka,apakah mereka tidak meperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci. (QS.Muhammad:24).”

‘’Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah,tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”(QS.An-Nisa:82). Ayat lainnya Allah berfirman; ” Ini adalah kitab Kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya mereka mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (QS.Shad:29).”  Kalangan ahlul ilmi mengatakan; ”Membacanya,mengamalkannya,menjadikanya sebagi sumber hukum,dan mengambil istinbath darinya sudah merupakan berkah.”

‘Seorang yang salih berkata,”Aku pernah merasakan kesuntukan(yang hanya diketahui oleh Allah) dan dilanda keresahan yang membatu.Maka segera aku mengambil Mushaf al-quran,dan membacanya.Tiba-tiba saja kesuntukan itu lenyap,dan Allah menggantikannya dengan kegembiraan dan keriangan.” Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada(jalan) yang lebih lurus.} (QS.Al-Isra:9)”Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-nya ke jalan keselamatan. (QS.Al-Maidah:16). “Dan,demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran) dengan perintah kami.” (QS.As-syura;52).

Begitulah firman Allah SWT memberitahukan kepada umat yang beriman agar merea menekuni Al Quran dan menjadikannya sebagai pegangan hidup untuk memperoleh keberkahan melebih kebahagian dan ketenangan yang mereka harapkan. Wallohu’alam.(*)

assajidin.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button