SYARIAH

Adab Menurut Islam Bila Terjadi Perbedaan Pendapat

ASSAJIDIN.COM –Perbedaan pendapat dalam agama Islam adalah sesuatu yang wajar terjadi. Namun sebagai seorang muslim yang baik, hendaknya kita dapat menyikapinya dengan bijak. Berikut ini adalah beberapa adab jika terjadi pendapat dalam Islam:

Adil
Salah satu sikap yang harus diutamakan seorang muslim ketika terjadi perbedaan pendapat adalah selalu bersikap adil. Sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“ Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.[QS Al Maidah : 8]

Berpikiran positif

Hal penting lain yang harus diamalkan adalah selalu berpikiran positif. Sebagai seorang muslim, berprasangka baik harus diutamakan dalam menghadapi segala sesuatu. Allah berfirman,

Lihat Juga :  One Day One Hadist:  Ketamakan Manusia yang Merusak Agama, Berhati-hatilah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” .(QS. Al Hujurat:12)

Saling menasehati
Tugas seorang muslim adalah menasehati dan mengingatkan muslim lainnya. Bahkan jika terjadi perbedaan pendapat sekalipun, saling menasehati sudah seharusnya menjadi pegangan agar tidak terjadi pertengkaran. Allah telah berfirman,

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Lihat Juga :  Sedang Sholat, Orangtua Memanggil, Teruskan Sholat atau Batalkan?

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ( Al Ashr :1-3)

Menghormati yang lebih berilmu
Jika terjadi perbedaan pendapat, maka hendaknya menghormati orang yang memiliki ilmu lebih tinggi terlebih dahulu. Dengarkan pendapat dari mereka dengan baik sehingga solusi yang dihasilkan dapat menguntungkan semua pihak. Allah berfirman :

قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“ Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui. (Al-Baqarah :247)

Maka dari itu, kita sebaiknya menyerahkan sebuah masalah kepada yang memang ahlinya sehingga keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran. Wallahualam bishawabi. (*/Sumber; dalamislam.com)

Tags
Close
Close