HAJI & UMROH

Syekh Ali Jaber Ungkap Salah Kaprah Kurban Sapi dan Kambing yang Sering Terjadi di Indonesia

ASSAJIDIN.COM — Syeh Ali Jaber mengunggah video  berdurasi 10 menit 2 detik tentang tata cara berkurban yang banyak disalahpahami oleh kaum muslimin di Indonesia.

Video tersebut memuat  pendakwah asal Madinah(Saudi Arabia) itu yang kini mukim di Indonesia.

Menurutnya Dalam berkurban, berbeda dengan Aqiqah dan zakat fitrah yang dihitung secara perorangan. Dalam Aqiqah misalnya, jika bayinya laki-laki maka disembelihlah 2 kambing; jika perempuan, 1 kambing. Jika tidak mampu, tidak masalah.

Tetapi kurban hitungannya per keluarga. Contohnya Nabi Ibrahim. Ketika beliau berkurban dengan “menyembelih” Ismail yang diganti oleh Allah berupa kambing dari surga, yang diganti satu. Padahal, Nabi Ibrahim punya dua istri, dua putra, dan dirinya sendiri. Keluarga Ibrahim berjumlah 5 orang. Korbannya hanya satu kambing.

Lihat Juga :  Arab Saudi Putuskan Tetap Selenggarakan Haji 1441 Hijriyah, Siapa Saja Mereka yang Boleh Berhaji?

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, istrinya 11, dan punya putra putri, baik yang masih hidup maupun sudah wafat. Ketika beliau berkurban yang disembelih 2 kambing. Yang pertama, bismillah atas nama Muhammad dan keluarga Muhammad. Yang kedua, atas namaku dan umatku. Umatnya berapa milyar? Cuma 1 ekor kambing kurbannya. Berbanggalah orang-orang miskin yang tidak mampu berkurban di hari Kurban, karena Rasulullah sudah berkurban atas nama mereka.

Jadi, kewajiban berkurban itu adalah 1 ekor kambing untuk satu keluarga. Tetapi, jika mampu, berkurban dengan 1 sapi silahkan, jika lebih dari 1 satu juga silahkan. Tidak masalah. Yang terjadi di masyarakat kita selama ini adalah 1 keluarga berjumlah 7 orang, berkurban dengan 1 sapi. Ini, menurut Syekh Ali Jaber, pemahaman yang salah, karena 1 ekor untuk satu keluarga, berapa pun jumlah keluarganya tersebut.

Lihat Juga :  Arab Saudi Siapkan 7,5 Juta Botol Air Zamzam untuk Jemaah Haji

Lalu, untuk tukang sembelih korban misalnya, upahnya tidak boleh diambil dari kulit dan kepala hewan kurban. Menurut Ali Jaber, seringkali tukang sembelih dibayar dengan kulit dan kepala. “Ini tidak benar,” katanya. Yang benar adalah, harus ada akad di depan. Satu ekor kambing atau sapi, berapa upah sembelihnya? Jika sudah disepakati, maka itulah transaksinya. Setelah disembelih, lalu diptong-potong, upah dibayar, barulah kulit dan kepala diberikan kepada tukang sembelih sebagai hadiah. “Tetapi bukan sebagai ongkos menyembelih,” jelas Syekh Ali Jaber.

Begitulah syariatnya dalam berkurban. (*/Sumber: serambi)

Tags
Close