FIQIH

Hari Arafah di Arab Saudi Berbeda dengan di Indonesia, Bagaimana Puasa Arafanya?

AsSAJIDIN.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdullah Jaidi, mengatakan, perbedaan antarnegara itu tidak akan menganggu ibadah umat Islam. “Mungkin (perbedaanya) di puasa Arafah,” kata Abdullah dalam konferensi pers di Kemenag, Jakarta, Jumat 7 Juni 2024.

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan satu hari sebelum Idul Adha. Puasa Arafah dilaksanakan tanggal 9 Zulhijah.

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan satu hari sebelum Idul Adha. Puasa Arafah dilaksanakan tanggal 9 Zulhijah.

Abdullah mengatakan, pemerintah bersama ormas-ormas Islam sudah sepakat atas tanggal itu. Abdullah pun mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Idul Adha dengan melakukan Kurban. “Penyembelihan hewan kurban yaitu untuk berbagi kasih sayang kepada sesama muslim dan saudara,” kata Abdullah.

Lihat Juga :  Ragit Kuah Daging, Menu Buka Puasa Khas Palembang Ala Kedai Yustina, Lengkap dengan Cara Membuatnya

Anggota Badan Hisab Rukyat Kemenag RI Thomas Djamaluddin mengungkapkan, puasa Arafah 9 Zulhijah di Indonesia tetap jatuh pada pada Minggu (16/7/2024). Meski di Arab Saudi sendiri 9 Dzulhijjah atau wukuf di Arafah dilaksanakan Sabtu (15/7/2024) karena Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada Jumat (7/6/2024).

Meskipun ada perbedaan penetapan 1 Zulhijah antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, hal tersebut tidak menjadi penghalang umat muslim melakukan ibadah. “Di wilayah sekitar Arafah, Arab Saudi, puasa Arafah dilaksanakan bersamaan dengan wukuf karena di sana pun sudah masuk 9 Zulhijjah,” ungkap Thomas dikutip dari kompas.com.

Lihat Juga :  Kapan Terakhir Kita Mensyukuri Nikmat Islam?

Thomas mengatakan, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang umat Islam untuk melaksanakan ibadah, kita puasa Arafah ya tetap saja di hari Minggu itu.
Hal ini terjadi karena dalil melaksanakan puasa Arafah sesuai dengan HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, halaman 230 yang menyatakan bahwa puasa sunah tersebut dilakukan pada 9 Zulhijah,” jelas Thomas yang juga profesor riset astronomi dan astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button