TAFSIR & HADIST

Keutamaan Shalat Tahajud 

اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا

Artinya:  “Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.” (QS Al-Muzzammil 5)

إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Artinya: “Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.” (QS Al- Muzzammil 6)

 

 

ASSAJIDIN.COM — Berikut tafsir dari kedua ayat di atas :

– Tafsir Ibnu Katsir (Al-Muzzammil 5)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (Al-Muzzammil: 5)

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah berat pengamalannya.

Menurut pendapat yang lain, dikutip dari daaralatsarindonesia.com, berat saat diturunkannya karena keagungannya. Sebagaimana dikatakan oleh Zaid ibnu Sabit-r.a., bahwa pernah diturunkan wahyu kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, sedangkan paha Ibnu Mas’ud berada di bawah paha Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Maka terasa tulang pahanya patah karena tertindih oleh Rasul صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ saking beratnya wahyu yang sedang turun kepadanya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Amr ibnul Walid, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau rasakan saat wahyu diturunkan kepadamu?”

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab: Saya mendengar suara gemerincingnya lonceng, kemudian aku diam saat itu. Dan tidak sekali-kali diturunkan wahyu kepadaku melainkan aku mengira bahwa nyawaku sedang dicabut.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid.

Dan dalam permulaan kitab Sahih Bukhari disebutkan:

Dari Abdullah ibnu Yusuf, dari Malik, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah r.a., bahwa Al-Haris ibnu Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, “Bagaimanakah caranya wahyu datang kepadamu?” Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab: Terkadang datang seperti bunyi gemerincingnya lonceng, dan itu adalah wahyu yang paling berat bagiku; setelah wahyu selesai dariku, aku telah hafal semua apa yang disampaikannya. Dan adakalanya Malaikat (Jibril) merupakan diri sebagai seorang laki-laki kepadaku, lalu berbicara kepadaku dan aku hafal semua apa yang disampaikannya.

Lihat Juga :  Burung yang Taat kepada Allah SWT

Siti Aisyah r.a. mengatakan, sesungguhnya ia menyaksikan wahyu sedang diturunkan kepada Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ di hari yang sangat dingin; setelah wahyu selesai darinya, kening Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ benar-benar bercucuran keringat.

Demikianlah menurut lafaz Imam Bukhari.

– Tafsir (Al-Muzzammil 6)

Mengutip Kalam.sindonews.com, diperintahkannya ibadah di waktu malam adalah mengandung hikmah yang sangat besar di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini.

Sungguh, bangun untuk beribadah di waktu malam itu lebih kuat mengisi jiwa. dan bacaan di waktu itu lebih berkesan serta lebih mudah untuk dipahami dan dihayati.

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam hari terasa lebih berkesan dan mantap, baik di hati maupun di lidah, sebab bacaan ayat-ayat itu lebih jelas dibandingkan bacaan pada siang hari di saat manusia sedang disibukkan oleh urusan-urusan kehidupan duniawi.

 

Keutamaan

Melansir Detik.com yang menukil dari buku Shalat Tahajud Cara Rasulullah SAW Sesuai Al-Qur’an & Hadits karya Ustaz Hamdi El-Natary, ini lima keutamaan Shalat Tahajud.

1. Diganjar Pahala Berlimpah

Dalam surat Ali Imran ayat 113-115, Allah SWT berfirman:

“Mereka itu tidak sama. Di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu pada malam hari. sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar serta bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang shaleh. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)-Nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran: 113-115)

Lihat Juga :  Perintah Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

2. Mempertebal Keimanan

Keutamaan yang diraih dari mengerjakan salat tahajud ialah melatih kekhusyukan dan khidmat dalam beribadah sehingga akan mempertebal keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) pada malam hari. kecuali sedikit (daripadanya). (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya, kami akan menurunkan bacaan pada waktu itu lebih berkesan.” (QS Al-Muzzammil: 1-6)

3. Termasuk Golongan Orang Beriman

Orang-orang yang melaksanakan sjalat tahajud akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang taat kepada-Nya. Dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 63-64, Allah SWT berfirman:

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS Al Furqan: 63-64)

4. Mendapat Kebaikan Sekaligus Ampunan dari Allah SWT

Kaum muslimin yang mengerjakan salat tahajud akan memperoleh kebaikan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam surat Az-Zariyat ayat 15-18:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (QS Az Zariyat: 15-18)

5. Melatih Kesabaran

Rutin salat tahajud akan melatih kesabaran seorang hamba. Hal ini diisyaratkan dalam surat At Tur ayat 48, Allah SWT menyebut perintah untuk mengerjakan salat malam setelah perintah bersabar.

Artinya: “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS At Tur: 48)

 

Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button